Komisi Energi DPR: Turunkan Harga BBM Bersubsidi

Ketua Komisi Energi DPR Kardaya Warnika mengatakan dengan harga minyak mentah dunia yang terus menurun selayaknya pemerintah menurunkan pula harga BBM bersubsidi.

BERITA | NASIONAL

Minggu, 20 Sep 2015 17:15 WIB

Author

Yudi Rachman

Komisi Energi DPR: Turunkan Harga BBM Bersubsidi

Seorang pengendara motor membawa jeriken membeli BBM di SPBU. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Komisi Energi DPR mendesak pemerintah menurunkan harga BBM bersubsidi untuk meningkatkan daya beli masyarakat menengah ke bawah di tengah krisis ekonomi.

Ketua Komisi Energi DPR Kardaya Warnika mengatakan dengan harga minyak mentah dunia yang terus menurun selayaknya pemerintah menurunkan pula harga BBM bersubsidi.

Dengan penurunan ini diharapkan, daya beli masyarakat bisa meningkat di tengah pelemahan ekonomi Indonesia.

"Melihat dari berbagai hal tidak ada alasan harga BBM tidak turun, dari berbagai hal. Apakah dari biaya pengadaan, apakah sekarang krisis yang menimpa khususnya golongan menengah ke bawah... Menurut saya tidak ada alasan mendukung harga BBM tidak diturunkan. Kalau alasannya untuk mengganti kerugian Pertamina yang lalu, itu tidak sesuai dengan sistem keuangan negara. Kita pertanyakan nanti," kata Kardaya Warnika kepada KBR, Minggu (20/9).

Ketua Komisi Energi DPR Kardaya Warnika menambahkan, DPR akan mempertanyakan persoalan dan alasan pemerintah belum juga menurunkan harga BBM bersubsidi.

Padahal kata dia, harga minyak mentah dunia sudah anjlok dalam waktu hampir sebulan terakhir.

Harga minyak mentah dunia terus menurun hingga perdagangan Sabtu 19 September 2015. Penurunan harga minyak itu dipengaruhi penundaan pengumuman suku bunga The Fed.

Harga minyak dunia untuk pengiriman Oktober 2015 diperdagangkan turun US$ 2,22 menjadi US$ 44,68 per barel dari penutupan Kamis lalu di New York Mercantile Exchange.

Patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman November turun USD 1,61 menjadi USD 47,47 per barel di perdagangan London.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Pemerintah akan Evaluasi Peningkatan Serapan Anggaran

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17