Bagikan:

Ketum PAN: Bergabung Bukan Karena Iming-iming Kursi

Keputusan ini, kata Zulkifli, untuk membantu pemerintah mengkonsolidasikan politik dalam negeri untuk menghadapi tantangan ekonomi dunia.

BERITA | NASIONAL | NASIONAL

Rabu, 02 Sep 2015 20:44 WIB

Ketum PAN: Bergabung Bukan Karena Iming-iming Kursi

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan memberikan penjelasan ke media di Istana Negara, Rabu (2/9). Ia menyatakan PAN resmi bergabung dengan partai pendukung pemerintah. (Foto: Aisyah Khairunnisa/KBR)

KBR, Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) hari ini resmi menyatakan bergabung dengan koalisi partai-partai pendukung pemerintah atau Koalisi Indonesia Hebat. 

Ketua Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan telah bertemu Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan dukungannya itu. 

Keputusan ini, kata Zulkifli, untuk membantu pemerintah mengkonsolidasikan politik dalam negeri untuk menghadapi tantangan ekonomi dunia.

"Oleh karena itu kami sepakat sudah bulat menyatakan kepada Bapak Presiden, kalau sebelumnya mendukung, sekarang bergabung dengan pemerintah untuk menyukseskan seluruh program-program pemerintah. Tadi, untuk kepentingan bangsa negara. Kepentingan seluruh rakyat Indonesia," kata Zulkifli di Istana Merdeka, Rabu (2/9/2015).

Zulkifli menambahkan, bergabungnya PAN ke koalisi pemerintah bukan karena iming-iming akan diberikan janji kursi di posisi pemerintahan. 

Zulkifli mengatakan keputusan ini juga sudah disepakati seluruh pengurus internal partai. Ini ditandai dengan hadirnya Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN Soetrisno Bachir, Sekjen PAN Eddy Soeparno serta difasilitasi Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto saat menemui Jokowi hari ini.

Dengan demikian, Koalisi Indonesia Hebat (KIH) terdiri dari enam partai, yaitu PDIP, Partai Nasdem, Hanura, PKPI, PKB dan PAN. Sedangkan Koalisi Merah Putih yang menjadi oposisi di parlemen terdiri dari Partai Golkar, Partai Gerindra, PKS dan PPP. Meskipun Golkar dan PPP pecah. Sedangkan Demokrat menjadi partai penyeimbang. 

Editor: Agus Luqman 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Bokek Bikin Stres?

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8