Jokowi: MRT Tak Akan Untung, Tapi Tetap Harus Dibangun

Presiden Jokowi menyayangkan proyek MRT sudah terlambat dibangun sejak 26 tahun yang lalu. Karena pemerintah saat itu hanya melihat untung dan rugi dari pembangunan MRT.

BERITA | NASIONAL

Senin, 21 Sep 2015 13:52 WIB

Author

Aisyah Khairunnisa

Jokowi: MRT Tak Akan Untung, Tapi Tetap Harus Dibangun

Ilustrasi. Proyek pengerjaan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. (Foto: jakarta.go.id)

KBR, Jakarta – Presiden Joko Widodo memastikan proyek moda transportasi massal (Mass Rapit Transit/MRT) tidak akan memberi untung bagi pemerintah.

Meski begitu, MRT harus tetap dibangun untuk menolong kemacetan ibu kota yang sudah sangat parah.

Kata Jokowi, subsidi untuk proyek MRT nantinya akan diambilkan dari penerapan jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP) di Jakarta.

Ia pun menyayangkan proyek MRT sudah terlambat dibangun sejak 26 tahun yang lalu. Karena pemerintah saat itu hanya melihat untung dan rugi dari pembangunan MRT.

"Itung-itungannya kalau diitung sampai kapanpun untung rugi, gak akan ketemu. Kita ketinggalan jauh sekali dengan kota-kota besar di seluruh dunia. Kalau terlambat memutuskan, itu juga keputusan politik. Jangan dihitung-hitung lagi untung ruginya, gak mungkin. Hanya Kuncinya dari mana? Subsidi itu harus diberikan," kata Jokowi dalam sambutannya sebelum meresmikan mesin bor bawah tanah di titik proyek MRT Patung Pemuda Senayan, Senin (21/9).

Kata Jokowi, pembangunan infrastruktur semakin lama akan semakin mahal. Karena setiap tahun harga pembebasan tanah semakin tinggi.

Bahkan ia berandai, jika proyek ini dimulai sejak lama, Stadion Lebak Bulus tidak perlu dikorbankan untuk diruntuhkan menjadi depo MRT.

Jokowi berharap pembangunan MRT bisa selesai tepat waktu, yakni pada akhir 2018.

Bekas Gubernur DKI Jakarta ini juga memperkirakan jika karcis MRT mencapai Rp 200-300 ribu, belum tentu masyarakat tidak mampu membelinya.

"Nanti kalau sudah berjalan 10 sampai 30 tahun akan datang, ada yang mengatakan, gak mungkin kita bisa bayar Rp 200 ribu – Rp 300 ribu. Ya itu kan itungan sekarang, 10-30 tahun yang akan datang orang-orang kita sudah kaya-kaya semuanya," kata Jokowi.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Ada yang Tahu Sosok Alfred Russel Wallace?

Terkait Aksi Bom Bunuh Diri di Markas Polisi

Kabar Baru Jam 15

Pemprov Jatim Minta Masyarakat Waspadai Dugaan Penipuan Seleksi CPNS