Jika Tak Hadir Tiga Kali, MKD Bakal Panggil Paksa Fadli Zon dan Setnov

MKD kata dia, telah mengirimkan surat pemanggilan kedua kepada dua pimpinan itu.

BERITA | NASIONAL

Sabtu, 26 Sep 2015 20:12 WIB

Jika Tak Hadir Tiga Kali, MKD Bakal Panggil Paksa Fadli Zon dan Setnov

Rapat MKD DPR. (Foto: Aisyah)

KBR, Jakarta - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) menegaskan, bakal memanggil paksa dua pimpinan DPR, yakni Setya Novanto, dan Fadli Zon, jika keduanya kembali tidak menghadiri panggilan lembaga penegak etik dewan tersebut.

Ketua MKD Surahman Hidayat mengatakan, keduanya tidak hadir pada panggilan pertama, lantaran saat ini tengah menjalani ibadah haji atas undangan Raja Arab Saudi. MKD kata dia, telah mengirimkan surat pemanggilan kedua kepada dua pimpinan itu.

"Secara formal kita sudah layangkan surat. Toh, kalaupun yang bersangkutan belum siap atau belum tiba, atau belum siap, bisa dilakukan surat menyurat ulangan. (Sampai berapa kali?) Sampai tiga kali. (Jika sampai tiga kali?) Bisa dengan cara otoritatif, ya kan. (Seperti apa?) Ya, memakai jasa sampai kita bisa mendatangkan pihak yang kita panggil," jelasnya kepada KBR, Kamis, (24/9).

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengaku, belum mendapat surat panggilan dari Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Sebelumnya, sejumlah anggota DPR melaporkan dua pimpinan dewan, yakni Setya Novanto dan Fadli Zon ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Keduanya dilaporkan karena menghadiri konferensi pers kampanye bakal calon presiden Amerika, Donald Trump, di Amerika Serikat, di sela-sela kunjungan mereka ke Negeri Paman Sam.

Anggota DPR yang melaporkan Setya dan Fadli antara lain Budiman Sudjatmiko, Adian Napitupulu, Charles Honoris, Diah Pitaloka, Maman Imanulhaq dan Akbar Faisal. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Survei Sebut Mayoritas Masyarakat Ingin Pandemi Jadi Endemi