Gagal di MDGs, Pemerintah Diminta Bentuk Sekber SDGs

Pemerintah sebelumnya terbukti gagal menjalankan agenda MDGs sendirian. Karenanya ia menekankan perlunya keterlibatan semua pihak yang dipertemukan dalam sekretariat bersama.

BERITA | NASIONAL

Minggu, 13 Sep 2015 17:50 WIB

Author

Rio Tuasikal

Gagal di MDGs, Pemerintah Diminta Bentuk Sekber SDGs

Ilustrasi. Sanitasi menjadi salah satu tantangan yang harus diatasi melalui program MDGs. (Foto: ciptakarya.pu.go.id)

KBR, Jakarta - Koalisi masyarakat sipil mendorong pemerintah membuat Sekretariat Bersama (Sekber) ketika menjalankan Agenda Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs (Sustainable Development Goals) tahun depan.

SDGs adalah agenda pembangunan sedunia dan akan mengantikan MDGs (Millenium Development Goals) yang sudah berlangsung sejak 2000.

Tim SDGs dari INFID, Hamong Santoso mengatakan pemerintah sebelumnya terbukti gagal menjalankan agenda MDGs sendirian. Karenanya ia menekankan perlunya keterlibatan semua pihak yang dipertemukan dalam sekretariat bersama.

"Sekber ini berisi perwakilan pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, parlemen dan sebagainya," kata Hamong dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (13/9) siang.

"Tidak bisa lagi hanya Sekretariat Nasional seperti MDGs sebelumnya," jelasnya lagi.

Tim SDGs dari INFID Hamong Santoso menambahkan, pemerintah juga harus menggunakan data-data yang dibuat masyarakat sipil ketika mengukur keberhasilan program. Jangan sampai pemerintah mengukur dengan data milik pemerintah saja.

Agenda Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) akan disahkan PBB akhir bulan ini. Sejauh ini berisi 17 tujuan dan 169 target antara lain mengurangi kemiskinan, akses kesehatan, dan pelestarian lingkungan.

Sebelumnya Indonesia dipastikan gagal memenuhi target pembangunan milenium berkelanjutan (MDGs). Di antaranya tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) yang mencapai 65 persen. Sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) tidak mengalami penurunan.

Pada 2015, target MDGs Indonesia tahun ini adalah menurunkan AKI menjadi 212 per 100 ribu kelahiran hidup. Namun ternyata AKI mencapai 350 per 100 ribu kelahiran hidup.

Begitu juga target MDGs untuk mengurangi angka gizi kurang pada balita. Dari target 15 persen, capaian saat ini masih ada 19 persen balita mengalami gizi kurang.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kesiapan Mental sebelum Memutuskan Menikah

Kabar Baru Jam 8

Setahun Pandemi dan Masalah "Pandemic Fatigue"

Kabar Baru Jam 10