FITRA: Neraca Tiga Bank BUMN Sangat Sehat, Ngapain Utang ke Tiongkok?

Dalam perjanjian tersebut disepakati, CBD memberikan utang sekitar Rp42 triliun kepada tiga bank milik pemerintah. Ketiga bank itu adalah Bank Mandiri, BRI dan BNI.

BERITA , NASIONAL

Rabu, 23 Sep 2015 14:52 WIB

Author

Bambang Hari

FITRA: Neraca Tiga Bank BUMN Sangat Sehat, Ngapain Utang ke Tiongkok?

Ilustrasi. (Foto: setkab.go.id)

KBR, Jakarta - LSM transparansi anggaran FITRA meminta Presiden Joko Widodo membatalkan perjanjian utang antara tiga Bank BUMN dengan Tiongkok. Tiga bank itu adalah BNI, Bank Mandiri, dan BRI.

Manajer Advokasi Sekretariat Nasional FITRA, Apung Widadi khawatir kebijakan yang diambil Menteri BUMN Rini Soemarno itu bakal menimbulkan potensi privatisasi di kemudian hari.

Hal ini bakal menyebabkan campur tangan pihak asing dalam perbankan nasional, khususnya bank BUMN yang berstatus milik negara.

Selain itu Apung juga mempertanyakan motif perjanjian tersebut. Sebab ia menilai ketiga bank tersebut memiliki neraca keuangan yang baik, sehingga tidak perlu berutang.

"Kalau saya melihat utangnya ini adalah utang yang dipaksakan. Sebab bila melihat neraca keuangan tiga bank tersebut, mereka memiliki neraca keuangan yang sangat sehat. Tidak defisit dan setiap tahunnya mendapatkan PMN (Penyertaan Modal Nasional) dari APBN. Nilai aset Bank Mandiri pun hampir 1.000 triliun rupiah lebih. Demikian juga BRI dan BNI," katanya.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno mengajak tiga direktur utama bank BUMN ke Beijing, Tiongkok. Di sana mereka menandatangani perjanjian utang dengan Bank Pembangunan Tiongkok, atau disingkat CBD.

Dalam perjanjian tersebut disepakati, CBD memberikan utang sekitar Rp42 triliun kepada tiga bank milik pemerintah. Ketiga bank itu adalah Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, dan Bank Negara Indonesia (BNI).

Perjanjian itu akan menambah beban utang membengkak hingga senilai 650 triliun rupiah.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Ngopi Bersama Azul Eps33: Gembira Bersama Temenggung

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Pemisahan Sel Napi LGBT Tuai Protes