BNPB Tambah Helikopter Pemadam Kebakaran Hutan

Sutopo mengatakan saat ini BNPB fokus pada pendanaan dan upaya pemadaman titik api (hotspot) baik melalui udara maupun darat.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 15 Sep 2015 17:57 WIB

Author

Dwi Asrul Fajar

BNPB Tambah Helikopter Pemadam Kebakaran Hutan

Helikopter Sikorsky yang digunakan BNPB untuk pemadaman kebakaran melalui udara (water bombing) memiliki kapasitas daya angkut hingga 3,500 liter air. (Foto: setkab.go.id)

KBR, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah helikopter untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera.

Total helikopter yang dikerahkan saat ini berjumlah 16 helikopter.

Juru Bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan selain menambah jumlah helikopter, BNPB juga menyalurkan dana operasional ke BPBD, TNI, dan Polri untuk operasional pemadam pembakaran hutan dan lahan.

"BNPB menambah, yang awalnya 13 helikopter menjadi 16 helikopter. Kemudian, kemarin kita salurkan juga dana operasional bagi petugas yang ada dilapangan baik BPBD, TNI dan Polri untuk membantu pemadaman," kata Sutopo.

BNPB mengerahkan banyak helikopter diantaranya jenis Sikorsky, MI 171, dan Camov untuk pemadaman melalui udara (water bombing). Sebelumnya BNPB juga sempat menggunakan heli Bell 214, namun ditarik karena kapasitas air yang dibawa terlalu sedikit.

Selama periode Juli hingga Agustus lalu, BNPB sudah mengguyurkan lebih dari 9 juta liter air melalui heli untuk kebakaran di Riau saja.

Sutopo mengatakan saat ini BNPB fokus pada pendanaan dan upaya pemadaman titik api (hotspot) baik melalui udara maupun darat.

BNPB menyiapkan dana siap pakai sebesar Rp385 miliar yang akan digunakan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di seluruh daerah di Indonesia.

Mengenai evakuasi korban asap, BNPB belum mendapat instruksi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai koordinator penangana bencana kabut asap di Indonesia.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Jelang Pelantikan Presiden, Dari Pengamanan Hingga Larangan Demo