Bantah Rizal Ramli, Dirut PLN Klaim Proyek 35 Ribu MW Menguntungkan

Dirut PLN Sofyan Basir mengatakan megaproyek justru akan menguntungkan karena ketersediaan listrik akan mengundang investor membangun pabrik di Indonesia, sehingga bisa menyerap tenaga kerja.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 09 Sep 2015 19:24 WIB

Author

Aisyah Khairunnisa

Bantah Rizal Ramli, Dirut PLN Klaim Proyek 35 Ribu MW Menguntungkan

Ilustrasi. Para pekerja tengah memperbaiki jaringan listrik PLN. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta – Direktur Utama PLN Sofyan Basir tak setuju dengan pernyataan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli yang menyebut PLN akan rugi jika membangun pembangkit listrik 35 ribu megawatt.

Sofyan mengatakan megaproyek itu justru akan menguntungkan karena ketersediaan listrik akan mengundang para investor membangun pabrik di Indonesia, sehingga bisa menyerap tenaga kerja dalam negeri.

"Saya bilang akan menguntungkan juga bisa. Kalau memang industrinya nanti maju pesat, besar. Kita turunkan biaya buat industri, maka investor berlomba-lomba membangun perluasan pabriknya. Orang kerja lebih banyak," kata Sofyan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (9/9/2015).

Dirut PLN Sofyan Basir meminta media dan masyarakat optimis dengan pembangunan pembangkit listrik 35 ribu megawatt dalam lima tahun ke depan, dan semua kuota listrik terpakai.

Sebelumnya Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli menilai jika pemerintah membangun 35 ribu megawatt, maka PLN akan rugi. Ini lantaran akan ada pembangkit listrik yang nganggur atau tidak terpakat sebesar 21 ribu megawatt.

Dengan kondisi itu, kata Rizal, PLN harus membayar kerugian 75 persen atau sekitar 10 ribu miliar dolar AS.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Foto Ikatan Besar Mahasiswa UI Tidak Akui Jokowi - Ma'ruf Hoaks

Jokowi Didesak Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM di Periode Kedua

Kanker Payudara dan Tubuh Perempuan

Kabar Baru Jam 15