RUU Disabilitas, APINDO: Perusahaan Akan Rekrut Disabilitas, Asal...

KBR, Jakarta

NASIONAL

Minggu, 28 Sep 2014 20:30 WIB

Author

Nurika Manan

RUU Disabilitas, APINDO: Perusahaan Akan Rekrut Disabilitas, Asal...

UU, disabilitas, disahkan, apindo

KBR, Jakarta – Asosiasi Pengusaha Indonesia Apindo bakal mempekerjakan penyandang disabilitas asal memenuhi syarat sesuai dengan kebutuhan masing-masing perusahaan. Ini menyusul salah satu poin dalam RUU Disabilitas yang mewajibkan 2 persen dari total pekerja di sebuah perusahaan adalah penyandang disabilitas.

Namun, Ketua Apindo Sofjan Wanandi meminta pemerintah mengklasifikasikan terlebih dulu keterbatasan kaum difabel dan menyesuaikan kemampuannya dengan syarat yang diperlukan perusahaan. Karena menurutnya, ada beberapa pekerjaan yang malah membahayakan kaum difabel.

“Kita mesti melihat dulu apa kebutuhannya, difabelnya kaya apa dan lain-lain. Karena ada yang sama sekali tidak bisa terpakai. (Yang memenuhi syarat yang seperti apa?) Kalau yang buta itu bisa bekerja misalnya di daerah yang ada komputer. Yang bisu itu bisa di pabrik-pabrik yang keras, yang untuk dia jaga gudang, dan yang lain-lain, yang pabriknya ada suara yang keras-keras atau ada musik keras, dia bisa lebih gampang dipakai di sana. Dan itu nanti kita train(beri pelatihan),” jelas Sofjan kepada KBR.

Ketua Apindo Sofyan Wanandi menambahkan, sebagian perusahaan telah mempekerjakan penyandang disabilitas yang memenuhi syarat. Sebelum mewajibkan aturan ini bagi lembaga dan perusahaan, Sofjan meminta pemerintah mencontohkan terlebih dulu dengan mempekerjakan penyandang disabilitas di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Sebelumnya, Badan Legislasi DPR menyetujui Rancangan Undang Undang Disabilitas untuk maju ke Rapat Paripurna DPR besok, Senin (29/09). Salah satu poin dalam RUU tersebut adalah kewajiban mempekerjakan penyandang disabilitas dalam sebuah lembaga atau perusahaan. Jumlahnya 2 persen dari total pekerja

Editor: M Irham

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Membuat Minyak Goreng di Satu Harga