Reformasi Birokrasi, Ini Rekomendasi Ombudsman RI untuk Jokowi-JK

KBR, Jakarta - Ombudsman RI mengusulkan Pemerintahan Jokowi-JK mengubah prioritas tugas Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

NASIONAL

Jumat, 12 Sep 2014 21:46 WIB

Author

M Irham

Reformasi Birokrasi, Ini Rekomendasi Ombudsman RI untuk Jokowi-JK

reformasi, birokrasi, ombudsman, jokowi

KBR, Jakarta - Ombudsman RI mengusulkan Pemerintahan Jokowi-JK mengubah prioritas tugas Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Selama ini Kemen PAN-RB dinilai lemah dalam hal pengawasan birokrasi, sehingga pelayanan publik tidak prima.

Dalam siaran pers yang diterima KBR, Ketua Ombudsman RI, Danang Girindrawardana mengatakan, optimalisasi sistem pengawasan sangat penting bagi terwujudya pemerintahan yang bersih dari KKN dan pro pelayanan publik. Dia pun mengusulkan penggantian nama dari Kemen PAN-RB menjadi Kementerian Pengawasan dan RB. Nantinya, kementerian ini akan memperkuat setiap inspektorat di kementerian dan lembaga melalui kerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi dan Ombudsman.

Menurut Danang, selama ini masalah birokrasi salah satunya karena pengawas internal atau inspektorat tidak independen. Hal ini menjadi penghambat serius dalam menegakkan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. "Maka, usulan perbaikan yang dikemukakan Danang adalah menarik para inspektorat ke arah dipilih dan bertanggung jawab kepada Kementerian Pengawasan dan RB," kata Danang.

Dengan independensi ini, inspektorat menjadi titik hubung sinergis dengan lembaga negara pengawas lainnya, semisal KPK dan Ombudsman RI. Ini akan jauh lebih efektif untuk memastikan kinerja pemerintahan yang bersih, berwibawa dan pelayanan publik yang berkualitas.
Rekomendasi dari Ombudsman RI ini telah disampaikan kepada presiden terpilih Jokowi dan akan segera ditindaklanjuti dengan memberikan usulan rencana strategik terkait opsi mengubah Kementerian PAN dan RB menjadi Kementerian Pengawasan dan RB.
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Inggris Bersikeras Tinggalkan Uni Eropa 31 Oktober 2019

Kabar Baru Jam 17

Foto Ikatan Besar Mahasiswa UI Tidak Akui Jokowi - Ma'ruf Hoaks

Jokowi Didesak Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM di Periode Kedua