covid-19

Qanun Aceh Akan Digugat ke MK

KBR, Jakarta - Balai Inong Aceh mempertimbangkan untuk mengajukan uji materi Peraturan Daerah, atau Qanun Hukum Jinayat di Aceh yang baru saja disahkan.

NASIONAL

Minggu, 28 Sep 2014 23:07 WIB

Author

Nurika Manan

Qanun Aceh Akan Digugat ke MK

qanun aceh

KBR, Jakarta - Balai Inong Aceh mempertimbangkan untuk mengajukan uji materi Peraturan Daerah, atau Qanun Hukum Jinayat di Aceh yang baru saja disahkan. 


Ketua Presidium Balai Syura Ureung Inong Aceh, Nursiti mengatakan, salah satu pasal yang harus dikritisi adalah soal pelaku pemerkosa yang bebas dari jerat hukum hanya dengan bersumpah lima kali di depan hakim. 


Menurutnya, sumpah tidak dapat dijadikan sebagai alat bukti tunggal dalam kasus pemerkosaan. Namun sebelumnya, ia bakal memastikan terlebih dahulu jalur hukum yang harus ditempuh untuk menggugat qanun tersebut.

 

“Karena dalam kondisi saat ini, kalau memperkosa saja dia berani, kenapa mengangkat sumpah palsu dia tidak berani? Sehingga itu akan membuat korban tidak akan menemukan keadilannya. Ini ada hal yang paling ekstrim lagi nih. Kalau ada perempuan yang diperkosa tapi tidak punya bukti, maka dia akan bersumpah untuk memperkuat pembuktiannya. Kalau di persidangan nanti dia batal bersumpah, maka dia akan dikenakan tindakan menuduh orang berzina. Jadi hukumannya ditambah. Bayangin itu, korban, sudah tidak berhasil menyeret pelaku malah akan mendapat hukuman tambahan,” jelas Nursiti kepada KBR, Minggu (28/9).


Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mengesahkan produk hukum rancangan Qanun (peraturan daerah) Hukum Jinayat. Dalam qanun tersebut, pasal 53 menyebut, orang yang dituduh memerkosa dapat membela diri dengan bersumpah sebanyak 5 kali. 


Sumpah yang pertama sampai keempat menyatakan bahwa dia tidak memerkosa dan tuduhan yang ditimpakan kepadanya adalah dusta. Sumpah yang kelima menyatakan bahwa dia rela menerima laknat Allah, apabila berdusta. Pasal ini, dinilai menjadi celah penegakan keadilan bagi korban pemerkosaan.


Editor: Pebriansyah Ariefana

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Self Wholeness

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7