PKB: Pansus Pilpres Jangan Digunakan untuk Goyang Jokowi-JK

KBR, Jakarta - Partai Kebangkitan Bangsa mempertanyakan upaya Komisi Dalam Negeri DPR membentuk pansus pilpres. PKB merupakan salah satu partai yang berkoalisi dengan PDIP sebagai pemenang pemilu legislatif.

NASIONAL

Senin, 01 Sep 2014 19:51 WIB

Author

Yudi Rachman

PKB: Pansus Pilpres Jangan Digunakan untuk Goyang Jokowi-JK

muhaimin, jokowi, PKB

KBR, Jakarta - Partai Kebangkitan Bangsa mempertanyakan upaya Komisi Dalam Negeri DPR membentuk pansus pilpres. PKB merupakan salah satu partai yang berkoalisi dengan PDIP sebagai pemenang pemilu legislatif.

Politikus PKB Ali Maschan Moesa mengatakan, pembentukan pansus harus didasari oleh adanya niat yang tulus untuk membenahi proses penyelenggaraan pemilihan presiden. Bukan untuk bertujuan menjegal pemimpin terpilih dengan menonjolkan ada tidaknya kecurangan dalam pemilihan presiden.

"Bukan soal khawatir atau tidak, yang penting proporsional atau tidak. Makanya kita ingin tahu apanya yang menjadi persoalan pembentukan pansus ini. Kalau soal kecurangan tidaklah, kalau soal kecurangan, MK kan sudah final dan mengatakan begitu. Tetapi kalau ada perbaikan agar DPT diperbaiki lagi dalam konteks itu okelah. Tetapi dalam konteks kecurangan, masih dalam semangat Prabowo sendiri, saya kira etika politiknya perlu dirumuskan ulang," ujar Ali Maschan Moesa saat dihubungi KBR, Senin (1/9)

Ali Maschan Moesa menambahkan, seharusnya parlemen membentuk Pansus Pemilu Legislatif yang penuh kecurangan dibandingkan pemilu presiden 2014. 


Sebelumnya, partai pendukung koalisi merah putih di parlemen mewacanakan pembentukan pansus pemilu presiden. Dalam pansus itu rencananya akan memeriksa KPU terkaitnya banyaknya pelanggaran di Pemilu Presiden dan masalah DPT.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Cerdik Kelola THR

Kabar Baru Jam 8

Soal Kerumunan, Kegiatan Ibadah dan Ancaman Virus Covid-19 Varian Baru

Jihad itu Sebenarnya Apa Sih?