Bagikan:

Penyelesaian Gereja GKI Yasmin Perlu Dukungan Pemerintah Baru

Jemaat gereja GKI Yasmin Bogor Jawa Barat menilai penyelesaian kasus intoleransi yang menimpa mereka butuh dukungan dari pemerintahan baru. Meskipun Walikota Bogor Bima Arya sedang berusaha menyelesaikan intoleransi terhadap jemaat GKI Yasmi dari tingkat

NASIONAL

Senin, 22 Sep 2014 08:43 WIB

Penyelesaian Gereja GKI Yasmin Perlu Dukungan Pemerintah Baru

gereja, gki yasmin, bogor

KBR, Jakarta - Jemaat gereja GKI Yasmin Bogor Jawa Barat menilai penyelesaian kasus intoleransi yang menimpa mereka butuh dukungan dari pemerintahan baru. Meskipun Walikota Bogor Bima Arya sedang berusaha menyelesaikan intoleransi terhadap jemaat GKI Yasmi dari tingkat internal. 


Karena itu juru bicara jemaat GKI Yasmin Bona Sigalingging beranggapan, pemerintah daerah tak bisa bekerja sendiri menyelesaikan kasus ini.


"Eksternal mungkin belum terlalu lihat ya, tapi mendengar dan merasakan sendiri pertemuan dengan pak Bima, saya kira saat ini beliau mungkin bekerja di tingkat internalnya. Karena birokrasi Pemkot Bogor kan terlalu lama bergaul dengan walikota yang lama, Diani Budiarto,” kata Bona. 


“Nah, eksternal keluar Pemkot Bogor saya kira yang ditunggu Pak Bima juga bagaimana dukungan dari Jakarta. Seperti pemerintahan baru nanti mungkin.” 


Tanggal 21 September kemarin diperingati sebagai Hari Perdamaian Dunia (World Day of Peace). Tapi sayangnya di Indonesia, kasus intoleransi justru mengoyak perdamaian antar-umat beragama. 


Seperti pada GKI Yasmin. Karena itu jemaat GKI Yasmin menemui Menteri Agama Lukman Hakin, untuk mendiskusikan masalah intoleransi yang mereka hadapi. Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin pun tengah berikhtiar menyelesaikan persoalan GKI Yasmin yang tak kunjung kelar.


Editor: Antonius Eko 


Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Inhalasi Hidrogen dan Dampak Kesehatannya

Menyoal Kekhawatiran Komersialisasi Pendidikan

Pengesahan RUU PDP dan Perkara Pembatasan Pertalite

KPK Tetapkan Hakim Agung MA Tersangka Suap

Kabar Baru Jam 20

Most Popular / Trending