Koalisi LSM Minta DPR & Pemerintah Hentikan Pembahasan Revisi UU Pilkada

KBR, Jakarta

NASIONAL

Selasa, 09 Sep 2014 14:59 WIB

Author

Novaeny Wulandari

Koalisi LSM Minta DPR & Pemerintah Hentikan Pembahasan Revisi UU Pilkada

LSM, RUU pilkada, pemilu

KBR, Jakarta – Koalisi Lembaga Swadaya Masyarakat meminta DPR dan Pemerintah untuk menghenikan pembahasan Revisi UU Pilkada. Peneliti LSM anti korupsi ICW Donal Fariz meminta  Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi untuk menarik pembahasan RUU ini di akhir kepemimpinan SBY.

Sebab perubahan mekanisme  pemilihan kepala daerah yang mejadi titik mundur dalam demokrasi. Belum lagi biaya politik yang dikeluarkan akan lebih besar daripada pemilihan langsung.

“Cost ini dikeluarkan kandidat oleh partai politik. Di titik ini yang utama, partai politik sumber pertama masalah cost yang bersar yang dikeuarkan oleh kandidat itu. Jadi bukan publik yang menjadi sumber masalah, tapi partai politik yang menjadai sumber masalah. Ini kan yang dibangun oleh sejumlah poltisi, seolah-olah meletakkan publik sebagai sumber masalah padahal masalahnya adalah partai poitik dan kandidatnya itu sendiri,” ujar Donal Fariz dalam jumpa pers di Galeri Cafe TIM, Selasa (9/9).

Donald menambahkan ada 6 biaya politik yang harus dikeluarkan kalau RUU Pilkada diterapkan. Keenam biaya tersebut adalah, tiket pencalonan, biaya kampanye, biaya jaringan tim sukses, biaya saksi, biaya politik uang, suap sengketa penemangan. Disinyalir pemilihan kepala daerah oleh DPRD bakal menyuburkan korupsi politik dan kebijakan kepala daerah.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Ramadan Kelabu Korban Gempa Malang

Kabar Baru Jam 7

Maqam Ibrahim: Mengaji Artefak Arkeologi

Kebebasan dalam Berpakaian

Kabar Baru Jam 8