Keluarga Gus Dur Rangkul Komunitas Peringati Hari Perdamaian

KBR, Jakarta - Keluarga Gus Dur bersama 144 komunitas memeriahkan Hari Perdamaian se-Dunia, di Bundaran HI Jakarta, Minggu (21/9) pagi. Mereka mengawali acara dengan berpawai dari Monas, dan menggelar pentas musik dekat bundaran.

NASIONAL

Minggu, 21 Sep 2014 15:07 WIB

Author

Rio Tuasikal

Keluarga Gus Dur Rangkul Komunitas Peringati Hari Perdamaian

gus dur, perdamaian, komunitas, portalkbr

KBR, Jakarta - Keluarga Gus Dur bersama 144 komunitas memeriahkan Hari Perdamaian se-Dunia, di Bundaran HI Jakarta, Minggu (21/9) pagi. Mereka mengawali acara dengan berpawai dari Monas, dan menggelar pentas musik dekat bundaran.

Putri bungsu Gus Dur, Inayah Wahid, mengatakan acara ini membuktikan bahwa masyarakat bosan dengan kekerasan atas nama agama. "Damai adalah hak orang-orang. Kita harus menyuarakannya. Kita harus membuatnya lantang dan jelas: Mayoritas warga ingin damai!," kata Nay, sapaan akrabnya, saat ditemui di sela-sela acara.

Inayah menambahkan kegiatan musik sengaja dipilih agar menjangkau lebih banyak masyarakat. Selama ini pluralisme kebanyakan hanya dibahas di seminar dan diskusi terbatas."Musik menghubungkan orang dari berbagai latar belakang. Mereka datang hanya untuk menikmati musiknya, tak apa, dan dialog terjadi begitu saja. Bahkan tanpa menyebut pluralisme," tambahnya.

Kakaknya, yang juga politikus, Yenny Wahid, mengatakan musik terbukti efektif menyampaikan kampanye perdamaian. "Perdamaian harus dirayakan dalam kebahagiaan dan hati senang," katanya.

Acara ini dipandu artis Olga Lidya. Seluruh pendukung acara dan yang tampil di acara ini datang secara sukarela, tidak dibayar.Komunitas yang hadir beragam, seperti komunitas sepeda, menggambar, dan pantomim. Salah satunya adalah kelompok tari modern New Step Crew yang berisi anak muda. Mereka menyuguhkan tari hip hop bagi pengunjung.

Anggota NSC, Ridho, mengatakan baru pertama kali ikut dalam acara bertema perdamaian. Dia punya pendapat soal konflik agama di Indonesia."Sedih juga ya. Semua kan hidup punya jalan masing-masing. (Kelompok intoleran) seperti orang yang tidak punya agama. Kalau orang yang punya agama nggak mungkin menghancurkan hubungan antar agama," kata Ridho.

Dalam kegiatan ini, hadir pula isteri Gus Dur, Shinta Wahid, juga Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin. Acara ini juga sekaligus memperingati Hari Lahir Gus Dur dan the Wahid Institute, 7 September lalu.


Editor: Irvan Imamsyah

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18