Kasus Kriminalisasi Surat Pembaca, MA Kabulkan PK Khoe Seng Seng

KBR, Jakarta - Mahkamah Agung mengabulkan Pengajuan Kembali Khoe Seng Seng, seorang penulis suara pembaca yang mengeluh mempertanyakan kejelasan status dari ruko yang dibelinya di ITC Mangga Dua dari PT Duta Pertiwi. Itu artinya, Khoen tidak perlu membaya

NASIONAL

Jumat, 26 Sep 2014 19:38 WIB

Kasus Kriminalisasi Surat Pembaca, MA Kabulkan PK Khoe Seng Seng

Khoe Seng Seng

KBR, Jakarta - Mahkamah Agung mengabulkan Pengajuan Kembali Khoe Seng Seng, seorang penulis suara pembaca yang mengeluh mempertanyakan kejelasan status dari ruko yang dibelinya di ITC Mangga Dua dari PT Duta Pertiwi. Itu artinya, Khoen tidak perlu membayar tuntutan miliaran yang diajukan PT Duta Pertiwi.

PK bernomor 268 PK/PDT/2014 itu dikabulkan 22 September kemarin. Ada 3 hakim MA yang memutuskan, yaitu Abdul Gani Abdullah, Syamsul Ma'arif, dan Mohammad Saleh.

Kasus ini bermula saat Khoe Seng Seng mengeluhkan dengan tidak mendapat kejelasan status dari ruko yang dibelinya di ITC Mangga Dua. Sebab ruko itu berdiri di tanah dan bangunan itu dinyatakan milik pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pada 24 November 2006 perusahaan milik Sinar Mas Group itu melaporkan Khoe ke Mabes Polri dengan tuduhan pencemaran nama baik. Sebab Khoe menuliskan keluhannya itu ke surat pembaca di dua media massa. Tahun 2008 dia diputus bersalah dan mendapat hukuman 6 bulan penjara dengan masa percobaan 1 tahun.

Khoe juga digugat pihak perusahaan ke PN Jakarta Utara. Nilai gugatannya mencapai Rp 17 miliar. Dia pun kalah dan harus membayat Rp 1 miliar Sinar Mas Group. Dengan putusan itu, Sinar Mas mengajukan kasasi dan dikabulkan. Seng tetap harus membayar ganti rugi Rp 1 miliar. Seng pun mengajukan PK. Dan akhirnya menang.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Survei Sebut Mayoritas Masyarakat Ingin Pandemi Jadi Endemi