Jokowi: Mafia Migas Tidak Hanya Banyak di Petral

KBR, Jakarta - Presiden terpilih Joko Widodo menyebut mafia minyak dan gas tidak hanya berada di Pertamina Energy Trading Limited (Petral). Ini menyusul Petral akan dibubarkan.

NASIONAL

Kamis, 25 Sep 2014 09:53 WIB

Author

Guruh Dwi Riyanto

Jokowi: Mafia Migas Tidak Hanya Banyak di Petral

jokowi, migas, mafia

KBR, Jakarta - Presiden terpilih Joko Widodo menyebut mafia minyak dan gas tidak hanya berada di Pertamina Energy Trading Limited (Petral). Ini menyusul Petral akan dibubarkan

Hanya saja, Jokowi tengah mempertimbangkan untuk membubarkan perusahaan PT. Pertamina itu karena dianggap memboroskan anggaran pembelian minyak. Jokowi mengaku sudah merumuskan langkah untuk menuntaskan mafia migas dengan sistematis. Namun, ia enggan membukanya ke publik.

“Yang namanya Petral itu adalah trading company milik Pertamina di Hong Kong dan Singapura. Apakah ini yang menjadikan harga tidak efisien saya tidak tahu karena menurut saya mafia migas itu hampir di semua titik. Itu yang akan menjadi target dari menteri ESDM dan Dirut Pertamina yang akan datang bahwa biaya yang menyebabkan tidak efisien itu dihilangin,” kata Jokowi di balaikota DKI Jakarta, Rabu (24/9).

Jokowi mengaku ia akan menghitung dengan pasti keuntungan dan kerugian pembubaran perusahaan jual-beli minyak itu. Sebab, ia yakin pembelian minyak antar negara dalam jumlah besar bisa menurunkan harga beli.

Untuk memenuhi kebutuhan, Indonesia mesti menghabiskan setidaknya Rp 1,2 triliun setiap hari untuk mengimpor 900 ribu barel minyak.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kebiri Kimia dan Perlindungan Anak dari Predator Seksual

Kabar Baru Jam 8

Upaya Mengangkat Pamor Produk Artisan Indonesia

Kabar Baru Jam 10