Bagikan:

Ini Rangkaian Peringatan '10 Tahun Munir'

KBR, Jakarta - Sahabat Munir memperingati 10 tahun terbunuhnya Aktivis Hak Asasi Manusia, Munir Said Thalib. Serangkaian acara digelar selama 1 minggu mulai, Selasa (2/9) malam ini.

NASIONAL

Selasa, 02 Sep 2014 18:58 WIB

Ini Rangkaian Peringatan '10 Tahun Munir'

munir, HAM

KBR, Jakarta - Sahabat Munir memperingati 10 tahun terbunuhnya Aktivis Hak Asasi Manusia, Munir Said Thalib. Serangkaian acara digelar selama 1 minggu mulai, Selasa (2/9) malam ini.

Rangkaian peringatan itu dimulai dengan diadakannya malam mengenang Munir di Kedai Tempo di Jalan Utan Kayu No. 68H, Jakarta Timur. Acara itu akan dihadiri sejumlah sahabat Munir seperti Ekonom Faisal Basri, Budayawan Goenawan Muhammad, dan Musisi Melanie Subono. Banyak juga teman-teman Munir yang datang.

Istri Munir, Suciwati menjelaskan puncak rangkaian 1 minggu peringatakan kematian Munir akan digelar di Omah Munir atau Museum HAM di Jalan Bukit Berbunga 02, Kota Batu, Malang Jawa Timur. Peringatan di sana akan digelar selama 2 hari mulai Sabtu (6/9) dan Minggu (7/9).

Di hari pertama akan ditayangkan film-film tentang Munir dan HAM. Sementara di hari kedua akan mengenalkan HAM kepada anak-anak dan remaja. Suci menyebutakan akan digelar lomba mewarnai wajah Munir untuk anak-anak SD.

"Itu digelar dari pagi sampai siang. Setelah makan siang, kita libatkan anak-anak SMU untuk membuat stand up comedy tentang HAM," jelas Suci.

Selain itu malam harinya, seniman Butet Kertarajasa akan menyuguhkan monolog yang berjudul 'Aku Pembunuh Munir'. Nantinya Musisi Glenn Fredly juga akan datang untuk menyumbangkan suaranya.

"Selain itu akan pemutaran film Munir berjudul 'Kamis ke 30' karya Happy Salma. Ada juga senias yang akan berdiskusi. Mereka akan bicara film sebagai ruang kebenaran dan HAM," jelas dia.

Tahun ini peringatan kematian Munir bertemakan 'Munir Ada dan Berlipat Ganda'. Menurut Suci, peringatan Munir juga digelar di berbagai belahan dunia, seperti Ansterdam.

"Ini membuktikan kalau Cak Munir bukan cuma milik masyarakat Indonesia," jelas Suci.

Munir tewas pada 7 September 2004 karena diracun arsenik. Hal ini terbukti juga dalam sidang pembunuhan Munir dengan terdakwa pilot Garuda, Pollycarpus Budihari Priyanto Agustus 2005 lalu di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Hakim menjatuhkan vonis bersalah pada Pollycarpus dan menjatuhi hukuman 14 tahun penjara. Di tingkat banding, putusan dikuatkan. Di tingkat MA, Pollycarpus bebas, tapi ketika ada pengajuan PK, hukuman justru menjadi 20 tahun penjara.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ragam Syarat Beli Minyak Goreng Curah, Efektifkah?