Indonesia Kekurangan Ribuan Psikiater Gangguan Jiwa

KBR, Jakarta

NASIONAL

Kamis, 11 Sep 2014 17:14 WIB

Author

Novaeny Wulandari

Indonesia Kekurangan Ribuan Psikiater Gangguan Jiwa

psikiater, gangguan jiwa

KBR, Jakarta – Penderita ganguan jiwa memiliki potensi bunuh diri 10 kali lipat dari masyarakat pada umumnya. Untuk itu perlu ada pendekatan, dan pertolongan bagi orang yang beresiko melakukan bunuh diri. Menurut pemerhati kesehatan jiwa Alberrt Maramis, orang yang berpotensi bunuh diri perlu didengarkan keluh kesahnya.

“Misalnya dia mulai berbicara soal bunuh diri, keinginannya untuk mati. Bagaimana kita beraksi terhadap ungkapan semacam itu. Tidak bisa dianggap remeh, tidak bisa juga diabaikan. Jangan bilang, hush jngan ngomong gitu nanti ada setan lewat. Atau belum apa-apa sudah ngomong, jangan ngomong gitu dosa. Kalau komentarnya demikian adanya makan komunikasi akan terputus. Orang yang tadinya ingin curhat lalu sudah tidak jadi,” ujar Albert dalam jumpa pers di Kementerian Kesehatan, Kamis (11/9).

Albert Maramis menambahkan, gejala  bunuh diri antara laih perubahan perilaku, membereskan utang dan meminta maaf. Namun angka bunuh diri dapat dicegah dengan cara membuka diri terhadap permasahalan yang dihadapi.

Selain itu ia juga meminta media untuk berhati-hati dalam memberitakan kasus bunuh diri. Pasalnya angka bunuh diri makin meningkat ksetelah ada pemberitaan artis yang bunuh diri. Sebelumnya menurut data WHO dalam setahun 5000 orang di Indonesia meninggal akibat bunuh diri.

Sementara, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) menyatakan Indonesia masih kekurangan psikiater untuk menangani penyakit kejiwaan terutama bunuh diri. Saat ini hanya memiliki 820 psikiater yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk itu Ketua PDSKJI Danardi Sosrosumihardjo menyatakan pihaknya bekerjasama dengan 7000 psikolog dan petugas kesehatan lainnya.

“Bahkan ada perawat, spesialis perawat jiwa. Ada guru, ada pekerja sosial, ada ulama, ada pekerja sosial, yang semuanya bisa bergandengan tangan dan kami selalu mengadakan koordinasi atau melakukan pelatihan-pelatihan. Kalau tadi berbicara bunuh diri, bunuh diri atau suicide ini merupakan satu dari tiga yag tergolong dari kedaruratan psikiatri. Kalau saya sebutkan 3, satu suicide atau bunuh diri, dua homicide, dan yang ketiga kondisi gaduh gelisah,” ujar Danardi.

Danardi menambahkan, selain depresi penyebab bunuh diri yaitu halusinasi dengar. Ia menambahkan gejala bunuh diri bisa diditeksi sejak dini.  Menurut Kemenkes, kedasaran pasien yang mengalami depresi untuk memeriksakan dirinya ke psikiater masih sangat kecil.

Pasalnya pasien-pasien tersebut malu dengan stigma kalau psikiater identik dengan penyakit jiwa. Hari ini ditetapkan sebagai 'Hari Pencegahan Bunuh Diri' oleh Kemenkes.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Akibat Pandemi, Angka Kehamilan dan Pernikahan di Jepang Turun

Survive Corona ala Gue

Bias Kognitif Dalam Masyarakat Saat Pandemi

Eps4. Berhitung Plastik pada Kopi Senja

Seribu Jalan Penolak Undang-undang Cipta Kerja