Berkas Jurnalis Asing Perancis Dilimpahkan ke Kejaksaan

KBR, Jayapura - Imigrasi Jayapura menyerahkan berkas 2 jurnalis asing asal Perancis, Thomas Charles Tendies (40) dan Valentine Burrot (29) ke Kejaksaan Negeri Jayapura. Kejaksaan memiliki waktu selama 7 hari untuk melihat berkas apakah sudah lengkap atau

NASIONAL

Jumat, 26 Sep 2014 20:20 WIB

Author

Katharina Lita

Berkas Jurnalis Asing Perancis Dilimpahkan ke Kejaksaan

jokowi, papua, wartawan

KBR, Jayapura - Imigrasi Jayapura menyerahkan berkas 2 jurnalis asing asal Perancis, Thomas Charles Tendies (40) dan Valentine Burrot (29) ke Kejaksaan Negeri Jayapura. Kejaksaan memiliki waktu selama 7 hari untuk melihat berkas apakah sudah lengkap atau belum, sebelum dilimpahkan ke Pengadilan setempat.

Kuasa hukum kedua jurnalis itu, Aristo Pangaribuan mengatakan saat ini pelimpahan berkas ke Kejaksaan Jayapura merupakan tahap pertama dan pihaknya hanya menunggu hasil dari kejaksaan. Pihaknya mengaku dalam berkas yang telah diserahkan ke kejaksaan, tidak disebutkan ada pasal makar yang dilanggar keduanya.

“Ya menyilahkan jaksa meneliti, apakah berkas itu sudah cukup atau tidak untuk dibawa ke Pengadilan. Nah ya, sekarang kita tinggal tunggu lah, jadi berkas yang dikasih itu kan pelanggarannya hanya UU Imigrasi, tidak ada tindak pidana lain. Sementara itu yang paling penting. Tapi tindakan subversif, makar, itu tidak ada,” ungkapnya.    

Thomas dan Valentine diduga melanggar pasal 122 UU Imigrasi 2011. Rekaman audio, rekaman video dan barang-barang, termasuk laptop dan ponsel mereka disita polisi.

Sejak penangkapannya, polisi menuding keduanya terlibat membantu pergerakan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Puron Wenda dan Enden Wanimbo yang bermarkas di Lanny Jaya. Pada penangkapan itu, polisi juga menemukan paspor dinas dan paspor sipil yang dimiliki Valentine.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Eps.6: Kuliah di Perancis, Cerita dari Dhafi Iskandar

Insiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarkat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak