Tak Puas Vonis Cebongan, Ini yang Dilakukan Komnas HAM

KBR68H, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia mengajukan amicus curiae terkait vonis kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan di Sleman Yogyakarta.

NASIONAL

Sabtu, 07 Sep 2013 20:46 WIB

Author

Bambang Hari

Tak Puas Vonis Cebongan, Ini yang Dilakukan Komnas HAM

vonis cebongan, komnas HAM, amicus curiae

KBR68H, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia mengajukan amicus curiae terkait vonis kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan di Sleman Yogyakarta. Amicus curiae adalah pendapat hukum yang diberikan oleh pihak yang merasa berkepentingan terhadap suatu perkara.

Ketua Komnas HAM, Siti Noor Laila mengatakan, amicus curiae ini masih menunggu persetujuan majelis hakim. Kata dia, sejauh ini majelis hakim masih berbeda pendapat soal pengajuan ini.

"Amicus Curiae itu sebenarnya terhambat pada interpretasi Majelis Hakim. Sebenarnya Amicus Curiae ini kan memang prakteknya dalam hukum formal memang tidak diatur dalam KUHAP. Tapi dia diatur dalam UU No 39 Tahun 1999. Nah pada prakteknya sebenarnya sudah pernah dilakukan oleh Komnas HAM di beberapa kasus. Nah artinya itu seharusnya bisa menjadi rujukan yurisprudensi bagi Majelis Hakim," katanya kepada wartawan.

Siti Noor Laila menambahkan, pengajuan amicus curiae dilakukan lantaran Oditur Militer menuntut hukuman yang terlalu ringan bagi 12 terdakwa yang semuanya adalah anggota Pasukan Khusus Angkatan Darat (Kopassus) Grup 2 Kandang Menjangan, Kartosuro, Jawa Tengah.

Dengan amicus curiae, lembaganya akan memiliki hak untuk memberikan kesaksian atas pelanggaran hak asasi manusia dalam pembunuhan empat tahanan itu.


Kamis lalu, para terdakwa penyerangan  LP Cebongan sudah divonis, diantaranya Sersan Dua Ucok Tigor Simbolon yang divonis 11 tahun penjara.  Sersan Dua Sugeng Sumaryanto divonis 8 tahun, sementara Kopral Satu Kodik divonis 6 tahun. Mereka juag dipecat dari dinas kemiliteran.

Editor: Suryawijayanti 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Ramadan Kelabu Korban Gempa Malang

Kabar Baru Jam 7

Maqam Ibrahim: Mengaji Artefak Arkeologi

Kebebasan dalam Berpakaian

Kabar Baru Jam 8