Perum Pecetakan Diduga Terlibat Dalam Penggelembungan Proyek E-KTP

Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) Dituding terlibat dalam penggelembungan harga proyek Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). Pengacara Muhammad Nazaruddin, Elza Syarief mengatakan, PNRI yang seharusnya menjadi ketua dalam konsorsium tender ju

NASIONAL

Selasa, 24 Sep 2013 18:11 WIB

Author

Indra Nasution

Perum Pecetakan Diduga Terlibat Dalam Penggelembungan Proyek E-KTP

PNRI, korupsi e-ktp

KBR68H, Jakarta - Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) Dituding terlibat dalam penggelembungan harga proyek Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). Pengacara Muhammad Nazaruddin, Elza Syarief mengatakan, PNRI yang seharusnya menjadi ketua dalam konsorsium tender justru mensubkontrakan pengerjaan percetakan kepada PT Sandipala Artaputra. 


Kata dia chip yang digunakan berkualitas rendah, namun dibandrol dengan harga tinggi. Penggelembungan harga dalam proyek e-KTP ini mencapai Rp 2,5 triliun


“Sebagai lead konsorsium, PNRI harusnya mengendalikan semuanya, ternyata faktanya terhadap adanya pencetakan kartu 60 persen diberikan kepada PT Sandipala, sedangkan PNRI hanya 40 persen. Harusnya dalam proyek ini, dalam skala nasional, dan memerlukan pengamanan tingkat tinggi, justru penguasaan percetakan e-KTP bukan di PNRI, melainkan di Sandipala Artaputra,” kata Elza di GEdung KPK, Selasa (24/09)


Elza Syarief menambahkan, aliran dana korupsi proyek e-KTP Rp 250 miliar ke oknum anggota DPR untuk menggolkan anggaran proyek e-KTP. Uang Rp 250 miliar itu berasal dari pelaksana proyek yang merupakan konsorsium yang terdiri dari lima perusahaan.


Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Inisiatif Daur Pangan di Masa Pandemi

Mama 'AW': Menerobos Semak Berduri

Kabar Baru Jam 8

Waspada Peningkatan Kekerasan terhadap Perempuan di Dunia Siber