covid-19

Menteri Hatta: Bea Masuk Impor Kedelai Dihapus

KBR68H, Jakarta - Pemerintah memutuskan menghapus bea masuk impor kedelai sebesar lima persen. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan langkah ini diambil sebagai upaya menurunkan harga kedelai impor.

NASIONAL

Kamis, 19 Sep 2013 07:25 WIB

Author

Eli Kamilah

Menteri Hatta: Bea Masuk Impor Kedelai Dihapus

bea masuk, impor kedelai, dihapus

KBR68H, Jakarta - Pemerintah memutuskan menghapus bea masuk impor kedelai sebesar lima persen. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan langkah ini diambil sebagai upaya menurunkan harga kedelai impor. Saat ini harga kedelai impor di pasaran masih berada di level Rp 9300 per kilogramnya.

"Untuk mengatasi kedelai yang tinggi, disamping kurs juga, maka kita sepakat bea masuk lima persen, sementara dibebaskan sampai harga stabil, karena kalau tidak kita tidak bisa menolong pengrajin tahu tempe,”kata Hatta Radjasa di Jakarta, kemarin.

Menurut Hatta, kebijakan bebas bea masuk akan diterapkan selama harga kedelai masih tinggi. Pelonjakan harga kedelai salah satunya karena nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika melemah.

“Saya juga akan meminta kepada Menteri Pertanian Suswono untuk mendorong petani meningkatkan produksi kedelai. Saat ini, produksi dalam negeri tidak cukup memenuhi kebutuhan,”ujarnya.

Tahun lalu pemerintah pernah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait pembebasan bea masuk untuk kedelai. Aturan ini berlaku sejak dikeluarkan pada 13 Agustus-31 Desember 2012 karena harga kedelai impor melonjak dan banyaknya para perajin yang berhenti mmproduksi tahu dan tempe. Hingga saat ini pemerintah terus membuka keran impor kedelai. Salah satunya memberi izin impor kedelai sebesar 100 ribu ton kepada Perum Bulog.

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7