LPI: Ani Yudhoyono Capres Paling Tak Jujur

Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) menilai Ani Yudhoyono sebagai figur calon presiden yang paling tidak jujur. Direktur LPI, Boni Hargens mengatakan, hal itu berdasarkan survei yang dilakukan terhadap wartawan politik nasional.

NASIONAL

Senin, 09 Sep 2013 12:14 WIB

Author

Danu Mahardika

LPI: Ani Yudhoyono Capres Paling Tak Jujur

lpi, ani yudhoyono, capres

KBR68H, Jakarta - Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) menilai Ani Yudhoyono sebagai figur calon presiden yang paling tidak jujur. Direktur LPI, Boni Hargens mengatakan, hal itu berdasarkan survei yang dilakukan terhadap wartawan politik nasional. 


Kata dia, Ani mendapat nilai terendah lantaran kerap mencampuri urusan partai lain. Ia juga menambahkan, calon lain yang mendapat nilai rendah di antaranya Ketua DPD Irman Gusman, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dan Menteri BUMN Dahlan Iskan.


"Kemarin kita seharian itu dengan teman-teman wartawan politik mendiskusikan soal itu. Dan pandangan mereka itu yang terekam dalam scoring tadi yang kita launching. Memang Ibu Ani itu paling rendah. Itu sebetulnya dipengaruhi oleh informan kami di diskusi itu, seorang wartawan politik yang menceritakan bagaimana Ibu Ani mengatur-ngatur caleg di Partai lain. Di PPP misalnya. Bagaimana dia bisa menggeser orang dalam pencalegan. Atau menaruh orang tertentu di PPP dengan menekan Suryadharma Ali. itu contoh," jelasnya. 


Direktur LPI, Boni Hargens menambahkan, dalam survei tersebut LPI memakai alat ukur kuantitatif melalui metode diskusi mendalam dan diakhiri dengan metode penilaian berbentuk skor agar mudah diterima publik. 


Sementara itu, capres yang memiliki skor tinggi alias dianggap memiliki figur baik di antaranya Gubernur DKI Jakarta Jokowi, bekas wakil presiden Jusuf Kalla, Megawati dan bekas Ketua MK Mafhud Md.


Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17