Bagikan:

Hentikan Penjualan Bahan Tambal Gigi Berbasis Merkuri

KBR68H, Denpasar - 62 LSM yang bergerak di sektor kesehatan, keadilan sosial, dan lingkungan dari 40 negara, meminta Presiden Dentsply, Bret Wise untuk menghentikan penjualan bahan tambal gigi berbasis merkuri ke negara-negara berkembang.

NASIONAL

Rabu, 25 Sep 2013 15:55 WIB

Author

Doddy Rosadi

Hentikan Penjualan Bahan Tambal Gigi Berbasis Merkuri

bahan tambal gigi, merkuri, dentsply

KBR68H, Denpasar -  62 LSM yang bergerak di sektor kesehatan, keadilan sosial, dan lingkungan dari 40 negara, meminta Presiden Dentsply, Bret Wise untuk menghentikan penjualan bahan tambal gigi berbasis merkuri ke negara-negara berkembang.  Dentsply adalah produsen bahan tambal gigi berbasis merkuri yang memiliki kantor pusat di Amerika Serikat.

"Pemakaian tambal gigi berbasis merkuri perlahan-lahan meracuni tubuh kita, tanah, air dan udara. Hasil studi terakhir kami menunjukkan bahwa merkuri menetap di ruang klinik gigi dan fasilitas-fasilitas kesehatan dalam konsentrasi yang cukup tinggi di atas batas aman serta berdampak pada kesehatan perawat dan pekerja kesehatan,” ujar Yuyun Ismawati, Senior Advisor BaliFokus, di Denpasar, Rabu (25/9).

Menurut Yuyun, Indonesia tidak memiliki peraturan dan infrastruktur untuk menangani merkuri yang akan berakhir di rantai makanan. Oleh karena itu, penggunaan bahan tambal gigi yang masih berbasis merkuri harus ditolak. Selain itu, pemerintah serta konsumen juga harus menghentikan pemakaian amalgam gigi dan mempromosikan alternatifnya.

Konvensi internasional yang mengatur penggunaan dan peredaran merkuri akan ditandatangani bulan depan, Oktober 2013, di Kumamoto, Jepang (Minamata Convention on Mercury). Sejalan dengan hal tersebut, berkembang kekhawatiran bahwa bahan tambal gigi berbasis merkuri akan diarahkan peredarannya ke kawasan Afrika, Asia Selatan, dan Amerika Latin.

"Negara-negara berkembang memiliki kemampuan yang terbatas untuk mengatasi kerugian yang disebabkan oleh penggunaan bahan tambal gigi berbasis merkuri," kata Dominique Bally dari Jeunes Volontaires pour l’Environnement, Pantai Gading.

Dokter gigi yang merupakan seorang profesor di sekolah kedokteran gigi di Afrika Barat, Dr. Kouakou Florent, mengemukakan, alternatif sudah tersedia, terjangkau, dan efektif. Karena itu, tidak ada alasan bagi perusahaan untuk memproduksi bahan tambal gigi merkuri lagi.

Dentsply, berkantor pusat di York, Pennsylvania, Amerika Serikat dan memiliki angka penjualan sebesar $3 miliar  dolar. Selain di Amerika Utara, Dentsply juga memiliki kantor di Afrika, Asia, Eropa, dan Oseania.

Dentsply memproduksi peralatan dan perlengkapan gigi dari semua jenis, termasuk alternatif dari produk yang masih berbasis merkuri. Sekelompok warga lokal, South-Central Pennsylvanians for Mercury Mercury-Free Dentistry, menginisiasi kampanye yang menyerukan kepada Dentsply untuk menghentikan produksi bahan tambal gigi amalgam, yang komposisinya terdiri dari sekitar 50% merkuri.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?