Bagikan:

Gita: SBY Berhak Copot Saya

Gita Wirjawan menyerahkan keputusan pencopotam dirinya dari jabatan Menteri Perdagangan pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ini menyusul muncul adanya desakan pengunduran dirinya setelah mengikuti konvensi Partai Demokrat. Meskipun begitu, ia yakin, s

NASIONAL

Minggu, 15 Sep 2013 19:47 WIB

Gita: SBY Berhak Copot Saya

gita wirjawan, menteri perdagangan, kovensi capres demokrat

KBR68H, Jakarta – Gita Wirjawan menyerahkan keputusan pencopotan dirinya dari jabatan Menteri Perdagangan pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ini menyusul muncul adanya desakan pengunduran dirinya setelah mengikuti konvensi Partai Demokrat. Meskipun begitu, ia yakin, seleksi calon presiden partai berkuasa itu tidak akan mengganggu kerjanya sebagai Menteri Perdagangan.


“Saya percaya apa pun yang harus saya lakukan untuk sukses dalam konvensi tidak akan mengganggu amanah saya sebagai menteri perdagangan. Kedua, apa pun ini semua sangat terkait pada amanah yang diberikan presiden pada saya merujuk pada jangka waktu tertentu. Tentunya presiden sangat mempunyai hak prerogratif untuk menentukan apa yang harus diputuskan” ungkap Gita Wirjawan setelah menyampaikan visi misi singkatnya dalam acara konvensi Partai Demokrat, Minggu (15/9). 


Sebelumnya, desakan mundur dari posisi menteri muncul bagi Dahlan Iskan dan Gita Wirjawan. Menteri Perdagangan dan Badan Usaha Milik Negara itu dinilai tidak akan maksimal menjalankan tugas menteri karena konvensi. 


Desakan itu muncul dari Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrat Sutan Batoegana dan Ketua Fraksi Demokrat Nurhayati Ali Assegaf. 


Malam ini, sebanyak 11 peserta konvensi capres Demokrat menyampaikan visi dan misi mereka jika terpilih menjadi calon presiden. Visi misi itu akan disampaikan di depan publik terbatas di Hotel Grand Sahid Jakarta.


Editor: Antonius Eko 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Buntu Penolakan Pemekaran Wilayah Papua