APINDO: Percepat MP3EI, Perbaiki Birokrasi

KBR68H, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) meminta pemerintah memperbaiki kinerja birokrasi untuk menarik minat pengusaha berinvestasi di proyek MP3EI. Proyek ini telah digagas sejak 2011 lalu.

NASIONAL

Rabu, 04 Sep 2013 14:12 WIB

Author

Sindu Dharmawan

APINDO: Percepat MP3EI, Perbaiki Birokrasi

APINDO, MP3EI, Birokrasi

KBR68H, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) meminta pemerintah memperbaiki kinerja birokrasi untuk menarik minat pengusaha berinvestasi di proyek MP3EI. Proyek ini telah digagas sejak 2011 lalu.

Pengusaha menginginkan perbaikan kinerja seperti kemudahan perijinan usaha, baik di daerah maupun di pusat. Ketua Bidang Advokasi dan Kebijakan Publik Apindo, Anthony Hilman meminta, pemerintah bekerja secara profesional untuk memudahkan pengusaha dalam berinvestasi.

"Ngga bisa bicara yang muluk-muluk, sesuatu yang baru, bicara yang lama aja, bicara yang harusnya mereka (Pemerintah-red) lakukan. Dari segi proses perijinannya misalnya, apa yang harus mereka lakukan, lakukan sesuai dengan jangka waktu yang sudah ada. Kalau kita ingin minta untuk mempercepat lagi, saya kira terlalu jauh pangganglah dari api. Saya minta mereka profesional aja dengan apa yang mereka buat, apa yang sudah mereka rencanakan, apa yang sudah mereka jadwalkan, " tegas Anthony Hilman kepada KBR68H, Rabu (04/9).

Ketua Bidang Advokasi dan Kebijakan Publik Apindo, Anthony Hilman menambahkan, saat ini para pengusaha mengaku khawatir para pimpinan politik yang ada di pusat dan daerah akan lebih fokus ke kepentingan politik, ketimbang memperbaiki birokrasi, terutama menjelang pemilu 2014.

Realisasi proyek dalam program MP3EI 2011-2025 saat ini baru tercapai 14 persen. Minimnya realisasi tersebut antara lain disebabkan oleh minimnya kontribusi swasta, dan buruknya koordinasi antar lembaga, terutama pada sektor infrastruktur.

Menko Perekonomian, Hatta Radjasa mengatakan, untuk meningkatkan peran swasta dalam proyek infrastruktur Pemerintah berencana memberikan insentif. Namun, rencana tersebut saat ini masih dalam pembahasan.

Editor: Suryawijayanti


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Bekas Napi Koruptor Harus Jeda Lima Tahun Sebelum Maju di Pilkada