Bagikan:

Wapres Singgung Jihad Ekonomi, Apa Itu?

Jalan lurus berdasarkan ruh konstitusi ini merupakan jihad ekonomi bangsa.

NASIONAL

Kamis, 18 Agus 2022 15:26 WIB

Wapres Singgung Jihad Ekonomi, Apa Itu?

Wapres Maruf Amin menyampaikan pidato pada peringatan Hari Konstitusi dan HUT ke-77 MPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (18/8/2022). ANTARA-Galih Pradipta

KBR, Jakarta - Wakil Presiden Maruf Amin mendorong semua pihak berpartisipasi dalam pemulihan ekonomi, dengan melakukan jihad ekonomi. Kata Wapres, jihad ekonomi dilakukan dengan landasan konstitusi yang kuat.

Sebagaimana tertulis dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) Tahun 1945, perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan. Pasal itu kata Wapres, secara tersurat dan tersirat sebetulnya menjadi pandu ekonomi bangsa.

"Pada Pasal 33 UUD 1945 tersebut dijalankan dengan lurus, maka pembangunan ekonomi tidak akan memunculkan paradoks antara pertumbuhan dan pemerataan. Pertumbuhan ekonomi yang dicapai tidak akan diiringi oleh ketimpangan. Jalan lurus berdasarkan roh konstitusi ini merupakan jihad ekonomi bangsa," ujar Ma'ruf dalam acara 'Peringatan Hari Konstitusi dan Hari Ulang Tahun Ke-77 MPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (18/8/2022).

Baca juga: RAPBN 2023, Anggaran Khusus Pandemi Dihapus

Wapres menjelaskan, ketika pada masa penjajahan semua masyarakat berjuang mencapai kemerdekaan. Seiring berjalannya waktu, saat ini masyarakat harus berjuang menghadapi berbagai krisis, baik itu krisis keuangan, krisis pangan, maupun krisis energi.

"Kita melakukan jihad ekonomi ke depan, jadi kalau dulu jihad menghadapi musuh, kita sekarang menghadapi jihad ekonomi yaitu pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat," lanjutnya.

Baca juga:

Ia meminta semua pihak mengedepankan kepentingan negara, dibanding kepentingan individu dan kelompok. Tujuannya agar pemulihan ekonomi bisa tercapai dengan perjuangan bangsa bersama.

"Kita harus bisa melepaskan ego personal atau ananiyah fardiyah, kita juga harus melepaskan ego kelompok atau ananiyah daifiyah, supaya bisa memenuhi panggilan Tanah Air bangsa dan negara," ujar Wapres.

Editor: Wahyu S.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Laporan Temuan Ombudsman soal Penanganan Bencana

Most Popular / Trending