Bagikan:

Wapres Instruksikan Posyandu Ambil Peran Turunkan Stunting

"Dorongan itu sebagai salah satu upaya untuk mencapai target angka prevalensi stunting 14 persen pada 2024 mendatang,"

NASIONAL

Kamis, 11 Agus 2022 19:34 WIB

Author

Muthia Kusuma

Wapres Instruksikan Posyandu Ambil Peran Turunkan Stunting

ilustrasi penimbangan bayi di posyandu

KBR, Jakarta - Wakil Presiden Republik Indonesia, KH. Ma’ruf Amin menginstruksikan Kementerian Kesehatan menyiapkan seluruh Posyandu di Tanah Air sebagai sentra percepatan penanganan stunting, atau kekerdilan pada bayi dan balita. 

"Dorongan itu sebagai salah satu upaya untuk mencapai target angka prevalensi stunting 14 persen pada 2024 mendatang," katanya dalam siaran pers melalui daring di Jakarta, Kamis (11/8/2022).

Oleh sebab itu, kata Maruf Amin, berbagai upaya percepatan terus dilakukan termasuk mengintegrasikan berbagai program dan anggaran mulai dari kementerian dan lembaga di tingkat pusat hingga pemerintah daerah.

“Didukung oleh sistem penganggaran yang kalau dulu mungkin hanya nasional, sekarang harus masuk di APBD juga,” jelasnya.

Ma’ruf Amin menambahkan, Kalimantan Selatan menjadi salah satu wilayah di Indonesia dengan angka stunting tinggi. Mitigasi ulang, lanjutnya, saat ini tengah dilakukan untuk menetapkan sistem intervensi yang tepat di tiap daerah.

“Kita sedang melakukan mitigasi ulang, nanti per daerah. Kita ingin tahu kenapa terjadi kemudian nanti bagaimana sistem intervensinya,” imbuh bekas Ketua MUI ini.

Baca juga:

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor menambahkan, penanganan stunting di Kalimantan Selatan dipimpin oleh Wakil Gubernur dengan didukung anggaran dan pelibatan swasta.

“Jadi kita di Kalimantan Selatan ini memang sejak dulu orangnya keliatan kecil-kecil. Saya pikir semangat mereka yang perlu kita bangkitkan, karena mereka jauh di kampung-kampung, (sehingga) butuh sentuhan lagi dari cita-cita pemerintah,” tambahnya.

Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Laporan Temuan Ombudsman soal Penanganan Bencana

Most Popular / Trending