Bagikan:

Upaya Pemerintah Turunkan Harga Tiket Pesawat

"Di lapangan saya dengar keluhan, harga tiket pesawat tinggi. Pak Menteri Perhubungan saya perintah segera ini diselesaikan. Garuda, Menteri BUMN juga," kata Presiden Jokowi.

NASIONAL

Kamis, 25 Agus 2022 22:47 WIB

tiket pesawat

Calon penumpang mencetak tiket pesawat secara mandiri di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (8/8/2022). (Foto: ANTARA/M Iqbal)

KBR, Jakarta - Harga tiket pesawat naik sejak lebaran lalu. Bahkan kenaikan harga tiket diperkirakan mencapai 15 hingga 25 persen. 

Kenaikan ini di antaranya disebabkan gejolak harga bahan pesawat atau avtur serta jumlah penerbangan yang beroperasi masih lebih sedikit ketimbang jumlah penumpang. 

Banyak masyarakat mengeluh tiket pesawat naik gila-gilaan. Bahkan kenaikan harga tiket diperkirakan mencapai 15 hingga 25 persen. Keluhan ini didengar Presiden Joko Widodo.

"Di lapangan yang saya dengar juga keluhan, harga tiket pesawat tinggi. Sudah langsung saya reaksi. Pak Menteri Perhubungan saya perintah segera ini diselesaikan. Garuda menteri BUMN juga saya sampaikan segera tambah pesawat agar harga kembali normal. Meskipun itu tidak mudah karena avtur internasional juga tinggi,” kata Jokowi, Kamis (18/8/2022).

Presiden Joko Widodo memerintahkan memerintahkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri BUMN Erick Thohir segera mengendalikan harga tiket pesawat yang tinggi. 

Jokowi khawatir mahalnya harga tiket pesawat dapat berpengaruh terhadap inflasi.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut ada sejumlah upaya yang bisa dilakukan kementeriannya untuk menstabilkan harga tiket pesawat yang tinggi. 

Salah satu langkah yang ditempuh Budi adalah dengan meminta diskon harga tiket pada maskapai.

"Ada tiga hal yang pokok yang akan kita lakukan yang pertama adalah bagaimana kita meminta kepada seluruh stakeholder terutama kepada airlines untuk melakukan upaya upaya untuk tidak membuat harga lebih tinggi harga lebih murah memberikan diskon memberikan ruang ruang efisiensi dan sebagainya,"ujar Budi Karya, di Gor Soemantri, Minggu (21/08/2022).

Upaya kedua, kata Menteri Perhubungan, adalah meminta pemerintah daerah, maskapai dan penumpang untuk memaksimalkan waktu-waktu tertentu untuk mendapat promo tiket murah. 

Upaya ketiga adalah menurunkan atau menghilangkan pajak pertambahan nilai (PPN) avtur menjadi 5 persen. Hal ini tidak terlepas dari dampak kenaikan harga avtur yang membebani maskapai.

Usulan pengurangan atau penghilangan pajak avtur ini didukung Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. 

Apalagi, menurut Sandiaga, selama dua tahun ini maskapai penerbangan mendapat tekanan berat akibat pandemi COVID-19.

"Jadi airlines diberi keringanan dari segi pajak avtur karena itu salah satu komponen cost yang sangat tinggi. Yang kedua adalah mengenai block seat. Jika bisa memberikan kepastian jumlah seat yang akan dipakai akan memberi dampak yang signifikan terhadap penerbangan untuk menghitung cost," kata dia saat Weekly Brief Senin, (22/8/2022).

Baca juga:

Tambah Pesawat

Sementara itu Menteri BUMN Erick Thohir bakal mengupayakan penambahan jumlah pesawat untuk maskapai milik pemerintah seperti Garuda, agar harga tiket bisa ditekan. 

Opsi penambahan pesawat ini dilirik setelah restrukturisasi Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) atau perpanjangan masa pembayaran utang Garuda Indonesia selesai.

"Garuda setelah restrukturisasi PKPU ini akan mulai menambah jumlah pesawatnya kembali. Di mana yang sekarang Garuda dan Citilink jumlahnya hanya 61, di akhir tahun akan mencapai angka 120. Nah keseimbangan ini yang kita harapkan juga bisa memperbaiki harga tiket nasional," kata Erick dalam konferensi pers, Rabu (24/8/2022).

Menteri BUMN Erick Thohir juga memastikan penambahan pesawat akan menggunakan harga sewa sesuai harga pasar. Tidak seperti sebelumnya, dimana pengadaan pesawat terindikasi korupsi.

Pengamat ekonomi mewanti-wanti pemerintah agar serius mengendalikan harga tiket pesawat. Ekonom dari CORE Indonesia Yusuf Rendy mengatakan kenaikan tarif transportasi termasuk tiket pesawat maupun ojek online akan memicu peningkatan inflasi. 

Yusuf Rendy mengatakan kenaikan tarif transportasi akan sangat berpengaruh di kota-kota besar, sehingga bakal berdampak pada inflasi nasional.

"Hanya saja yang saya khawatirkan adalah efek domino ketika misalnya tarif ini terjadi dan ini berbarengan dengan tarif, huhungan tarif transportasi untuk pesawat. Ini kan akan semakin menambah tekanan terhadap kenaikan inflasi yang saat ini sudah berada di level yang relatif cukup tinggi," ucap Yusuf kepada KBR, Rabu, (10/8/2022).

Baca juga:

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Rendahnya Serapan APBN hingga Penghujung 2022

Most Popular / Trending