Bagikan:

Serapan Anggaran Rendah, Jokowi: Duit APBD di Bank Masih Sangat Besar

"Hati-hati ini, serapan baru Rp472 triliun. Padahal, ini penting sekali untuk yang namanya perputaran uang di daerah, untuk pertumbuhan ekonomi di daerah."

NASIONAL

Kamis, 18 Agus 2022 15:16 WIB

Serapan Anggaran Rendah, Jokowi: Duit APBD di Bank Masih Sangat Besar

Presiden Joko Widodo memberikan arahan saat pembukaan Rakornas Pengendalian Inflasi tahun 2022 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/8/2022). ANTARA-Hafidz

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengingatkan kepala daerah untuk memaksimalkan anggaran belanja. Jokowi mengatakan duit APBD di bank hingga saat ini masih sangat besar. Jumlahnya mencapai Rp193 triliun.

"Belanja di daerah itu masih... sampai hari ini belanja daerah, belanja APBD baru 39,3 persen," kata Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2022 di Istana Negara, Kamis (18/8/2022).

"Hati-hati ini, baru Rp472 triliun. Padahal, ini penting sekali untuk yang namanya perputaran uang di daerah, pertumbuhan ekonomi di daerah. Yang namanya APBD ini segera keluar, agar beredar di masyarakat. Ini penting sekali," sambungnya.

Baca juga: Jokowi: Serapan APBD Rendah Kok Ngejar Uang Investor? Logikanya Nggak Kena!

Presiden Jokowi meminta semua pihak tidak boleh bekerja standar.

"Inilah kenapa saya saya sampaikan kita tidak boleh bekerja rutinitas, tidak boleh bekerja standar," ujar Jokowi.

Presiden mendorong kepala daerah segera membelanjakan APBD sehingga bisa memacu pertumbuhan ekonomi di daerah.

Sentil Daerah

Akhir tahun lalu, Jokowi juga mewanti-wanti pemerintah daerah untuk segera merealisasikan serapan APBD 2021 karena sudah memasuki akhir tahun. Sementara, serapan belanja daerah masih sangat kecil.

Kata Jokowi, dana APBN diberikan kepada daerah senilai Rp642 triliun, baik ke provinsi, kabupaten/kota. Namun, realisasi anggarannya masih sangat kecil.

Baca juga: Serapan APBD Rendah, KPPOD Dorong Pemerintah Sanksi Pemda

"Kita tahu defisit APBN kita itu tidak kecil Rp548 triliun. Sebagian dari APBN ditransfer ke daerah sebanyak Rp642 triliun, baik ke provinsi, kabupaten/kota. Uangnya ada di APBD provinsi, kabupaten/kota. Artinya itu uang yang siap Rp642 triliun. Kita belum menggunakan uangnya orang lain, uangnya ini investor tadi. Ini uangnya kita sendiri saja Rp642 triliun," katanya pada rapat Koordinasi Nasional dan Anugerah Layanan Investasi 2021, Rabu (24/11/2021).

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Laporan Temuan Ombudsman soal Penanganan Bencana

Most Popular / Trending