Bagikan:

RAPBN 2023, Anggaran Khusus Pandemi Dihapus

RAPBN 2023 akan difokuskan kepada berbagai program nasional seperti peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), belanja infrastruktur dan juga persiapan pemilu 2024.

NASIONAL

Senin, 08 Agus 2022 22:25 WIB

RAPBN 2023

Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelum memberikan penjelasan mengenai RAPBN 2023 di Kantor Presiden Jakarta, Senin (8/8/2022). (Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak)

KBR, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberi bocoran anggaran belanja Kementerian/Lembaga (K/L) bisa mencapai 993 triliun pada tahun depan. RAPBN 2023 akan difokuskan kepada berbagai program nasional seperti peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), belanja infrastruktur dan juga persiapan pemilu 2024.

Sri Mulyani mengatakan pemerintah juga akan tetap menggelontorkan anggaran pendidikan sebesar 20 persen. Meski begitu kata dia, alokasi khusus untuk pandemi Covid-19 bakal dihapus.

"Anggaran kesehatan tidak lagi memberikan alokasi khusus untuk pandemi. Namun anggaran kesehatan yang reguler akan naik dari 133 triliun tahun ini, naik ke 168,4 triliun. Ini untuk memperkuat sistem kesehatan di Indonesia," kata Sri Mulyani, saat konferensi pers usai Sidang Kabinet Paripurna terkait Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023 di Istana Negara (8/8/22).

Baca juga:

Selain itu, anggaran subsidi dan kompensasi yang tahun ini diperkirakan mencapai 502 triliun, akan tetap dianggarkan dalam jumlah besar dalam RAPBN 2023. Artinya, kata dia, pada tahun depan subsidi dari beberapa barang yang diatur pemerintah masih akan dicoba untuk distabilkan, meski dengan konsekuensi anggaran subsidi yang meningkat.

Untuk tahun ini, lanjut Sri Mulyani, Presiden Joko Widodo meminta jajarannya membuat simulasi untuk APBN seandainya kondisi global tak kunjung membaik. Sehingga ekonomi Indonesia diharapkan tetap bisa terjaga dan APBN-nya juga tetap berkelanjutan.

"Ini yang sedang terus kita finalkan dan tadi kita membuat beberapa skenario mengenai kondisi tahun depan apabila gejolak akan berlangsung lebih besar dari yang kita asumsikan. Tanggal 16 Agustus bapak Presiden akan menyampaikan di DPR nota keuangan dan RAPBN 2023," tambah Sri Mulyani.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Laporan Temuan Ombudsman soal Penanganan Bencana

Most Popular / Trending