Bagikan:

Raker DPR Kasus Ferdy Sambo, Kapolri: Motif Kesusilaan

"Jadi ini juga untuk menjawab bahwa isunya antara pelecehan atau perselingkuhan ini sedang kami dalami."

NASIONAL

Kamis, 25 Agus 2022 08:58 WIB

Kasus Ferdy Sambo

Kapolri Listyo Sigit Prabowo raker Komisi III DPR di Senayan, Jakarta, Rabu (24/8/22). (Antara/Aprillio Akbar)

KBR, Jakarta- Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyebut motif pembunuhan terhadap Brigadir Yosua terkait dengan masalah kesusilaan yang terjadi di Magelang, Jawa Tengah. Sigit mengatakan, masalah kesusilaan itu dilaporkan oleh Putri Candrawathi kepada suaminya, bekas Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.

Usai mendapat laporan itu, Sambo marah lalu merencanakan pembunuhan terhadap Yosua. Ini disampaikan Sigit menjawab sejumlah pertanyaan dalam rapat dengar pendapat dengan anggota Komisi Hukum DPR, Rabu (24/8).

"Motif ini dipicu adanya laporan dari Ibu PC (Putri Candrawathi) terkait dengan masalah-masalah yang terkait masalah kesusilaan. Jadi ini juga untuk menjawab bahwa isunya antara pelecehan atau perselingkuhan ini sedang kami dalami. Jadi tidak ada isu di luar itu. Dan ini tentunya akan kami pastikan besok setelah pemeriksaan terakhir. Jadi ini juga mungkin bisa mendapatkan gambaran secara lebih jelas," kata Sigit saat rapat dengar pendapat di DPR, Rabu (24/8/2022).

Kapolri Listyo Sigit Prabowo menambahkan, penyidik Tim Khusus akan memastikan kembali motif pembunuhan Yosua saat memeriksa Putri. Istri Sambo itu rencananya akan diperiksa sebagai tersangka pada Jumat (25).

"Saudara Ferdy Sambo terpicu amarah dan emosinya pada saat saudari PC melaporkan terkait dengan adanya peristiwa yang terkait dengan masalah kesusilaan yang terjadi di Magelang. Jadi mungkin itu sementara yang bisa kami sampaikan," jelasnya.

Baca juga:

Sebelumnya, sejumlah kalangan dewan meminta Kapolri membuka motif pembunuhan terhadap Brigadir Yosua. Wakil Ketua Komisi hukum DPR Adies Kadir mengatakan, motif ini menjadi pertanyaan khalayak luas. Jika tak kunjung dibuka kata dia, justru akan menimbulkan spekulasi.

"Kenapa harus dijawab? Karena kami khawatir, kalau tidak dijawab, masyarakat berpikir ada apa dengan kasus ini? Karena kasus-kasus yang lain dengan gamblang Polri itu menyampaikan motif-motif yang menjadi pertanyaan masyarakat. Pertanyaan masyarakat yang paling sering kami dengar, apa yang terjadi di Magelang?" Kata Adies.

Dalam kasus tewasnya Yosua, polisi menetapkan lima orang sebagai tersangka. Yaitu bekas Kadiv Propam Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada E alias Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Brigadir RR alias Ricky Rizal, dan KM alias Kuat Maruf.

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Inhalasi Hidrogen dan Dampak Kesehatannya

Menyoal Kekhawatiran Komersialisasi Pendidikan

Pengesahan RUU PDP dan Perkara Pembatasan Pertalite

KPK Tetapkan Hakim Agung MA Tersangka Suap

Kabar Baru Jam 20

Most Popular / Trending