Bagikan:

Presiden Minta Komitmen Investasi dengan RRT, Jepang, Korsel Dipercepat

Realisasi sejumlah komitmen investasi dengan Korea Selatan sudah mulai berjalan, termasuk dengan pengembangan investasi produk baja dan ekosistem baterai mobil.

NASIONAL

Rabu, 24 Agus 2022 23:02 WIB

komitmen investasi

Ilustrasi. (Foto: Steve Buissinne/Pixabay)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo menginstruksikan jajarannya untuk melakukan percepatan terhadap komitmen investasi dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Jepang, dan Korea Selatan.

Komitmen itu telah disepakati dalam kunjungan kerjan Presiden Joko Widodo ke tiga negara itu, beberapa waktu lalu.

Instruksi itu disampaikan Presiden Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/8/2022).

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia usai mengikuti rapat terbatas mengatakan dalam rapat tersebut juga disampaikan soal minat investor terhadap proyek Ibu Kota Negara (IKN)

"Bapak Presiden tadi kami laporkan, dalam diskusi kami dengan beberapa investor dari Korea juga ingin untuk masuk investasi di IKN. Salah satu di antaranya adalah LG. LG ini kemarin kami fasilitasi untuk pertemuan dengan Bapak Presiden di Korea. Tadi Bapak Presiden menanyakan dan sudah langsung memberikan arahan untuk bisa melakukan percepatan. Yang kedua untuk menyangkut dengan di Korea, LG dalam membangun ekosistem baterai mobil semuanya masih dalam schedule, semuanya kerja, dan realisasinya sebagiannya sudah jalan," kata Bahlil saat konferensi pers, Rabu (24/8/22).

Bahlil menyampaikan bahwa realisasi sejumlah komitmen investasi dengan Korea Selatan sudah mulai berjalan, termasuk dengan pengembangan investasi produk baja dan ekosistem baterai mobil.

"Salah satu komitmen investasi Korea sebesar USD6,72 miliar atau setara dengan Rp100 triliun lebih. Perlu kami sampaikan dari yang sudah ada semuanya sudah on-going, bahkan sebagian groundbreaking-nya mulai di akhir tahun ini dan sebagian di Januari," lanjutnya.

Bahlil melanjutkan, terkait kerja sama dengan RRT, salah satunya dalam hal ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), Presiden Jokowi menginstruksikan para menteri untuk melakukan percepatan terhadap kawasan industri di Kalimantan Utara.

Bahlil menyebut, saat ini realisasi tersebut sudah mulai dalam proses pembangunan infrastruktur.

Baca juga:

Komitmen Jepang

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah Jepang telah memperluas usulan akses pasar untuk beberapa produk dan buah tropis.

Selain itu, lokasi pembangunan pabrik pupuk dan pabrik metanol di Papua Barat juga telah disepakati.

"Disampaikan bahwa pemerintah Jepang sudah menerima sertifikasi New ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil), dan juga memperluas usulan akses pasar untuk produk tuna kaleng, kopi, produk laut, serta buah tropis seperti mangga, nanas, dan pisang. Ini diharapkan bisa masuk di dalam general review IGPA (International General Produce Association) di mana cost tariff-nya bisa diperbaiki," kata Airlangga.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kejar Tayang Pengesahan RKUHP