Bagikan:

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2022, Ini Optimisme Pemerintah

"Kita masih menjaga inflasi kita saat sekarang masih di sekitar kemarin diumumkan 4,9 (persen). Namun, kita lihat pertumbuhan ekonomi kita masih sedikit di atas 5 persen.

NASIONAL

Kamis, 04 Agus 2022 18:45 WIB

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memberikan keterangan kepada pers secara

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memberikan keterangan kepada pers secara daring, Kamis (4/8/22). (Foto: Youtube Setpres)

KBR, Jakarta - Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II tahun ini akan berada sedikit di atas 5 persen.

Optimisme itu, menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, berkat peningkatan konsumsi masyarakat dan membaiknya kinerja industri manufaktur.

"Kita masih menjaga inflasi kita saat sekarang masih di sekitar kemarin diumumkan 4,9 (persen). Namun, kita lihat pertumbuhan ekonomi kita masih sedikit di atas 5 persen. Besok BPS akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi di Q2 (kuartal 2), tapi pemerintah dengan Indeks Keyakinan Konsumen juga baik dan PMI (purchasing manager index) di 51,3, kami optimistis angkanya di atas 5 persen," kata Airlangga, usai rapat bersama Presiden Joko Widodo di Kantor Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/8/2022).

Airlangga menyebut, kenaikan inflasi dipicu oleh kenaikan beberapa komoditas pangan dan energi. Namun, kata dia, hingga saat ini pemerintah terus mempertahankan daya beli masyarakat untuk kedua komoditas tersebut lewat sejumlah subsidi sebagai jaring pengaman sosial.

"Indonesia tidak melakukan pass through harga, berbeda dengan negara lain. Tentu jumlah subsidi yang diberikan di tahun ini kan sudah disetujui oleh DPR sehingga tentu itu menjadi jaringan pengaman sosial di masyarakat," kata Airlangga.

Berita terkait:

Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, pemerintah juga telah menginstruksikan Tim Pengendali Inflasi, baik di pusat maupun daerah untuk terus menjaga dan memonitor harga berbagai komoditas, termasuk komoditas pangan.

"Kalau dari segi beras kan kita relatif stabil dan komoditas utama lain juga relatif stabil, hanya tanaman musiman apakah itu cabe dan bawang, tapi relatif seluruhnya lebih terkendali karena demand tertinggi kita kan selalu pada saat Lebaran," pungkas Airlangga Hartarto.

Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Most Popular / Trending