Bagikan:

Pengamat: Parpol Lama Bikin Pemilu 2024 Masih Akan Diwarnai Politik Uang

Kondisi menjelang Pemilu 2024 ini menjadi kesempatan bagi partai politik baru untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat, dengan memberikan gagasan-gagasan baru

NASIONAL

Kamis, 18 Agus 2022 23:10 WIB

Pemilu 2024

Ilustrasi bendera partai. (Foto: ANTARA/Ampelsa)

KBR, Jakarta - Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti memperkirakan politik uang masih akan marak terjadi di Pemilu 2024.

Ray mengatakan politik uang dalam Pemilu banyak terjadi karena sejumlah faktor. Di antaranya kurangnya gagasan dari para politisi, dan turunnya kepercayaan publik terhadap para politisi.

"Kalau mau politik uang hilang, salah satu faktornya yang harus kita dorong adalah bagaimana memproduksi gagasan sebanyak-banyaknya menjelang pelaksanaan pemilu. Dengan gagasan yang kita pegang itu kita menganggap bahwa setelah pemilu hidup kita akan lebih baik. Kurangnya gagasan dan tidak dibangunnya hope untuk pemilu bersamaan dengan turunnya kepercayaan publik terhadap para politisi mengakibatkan politik uang menjadi marak," kata Ray dalam diskusi daring, Kamis (18/8/2022).

Baca juga:


Ray Rangkuti mengatakan, tiga faktor yang menyebabkan maraknya politik uang ini biasanya dimiliki partai politik lama. 

Menurutnya kondisi menjelang Pemilu 2024 ini menjadi kesempatan bagi partai politik baru untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat, dengan memberikan gagasan-gagasan baru dan menumbuhkan harapan bagi masyarakat untuk demokrasi yang lebih baik.

"Nah tiga faktor inilah dalam konteks yang anda tanyakan tadi itu yang harus ditawarkan oleh partai-partai baru, partai-partai lama ini sudah hampir hilang gagasannya," imbuhnya.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Catatan untuk TNI

Most Popular / Trending