Bagikan:

Krisis Pasok, Pengusaha Tunggu BLU Batu Bara

"Kita harapkan BLU nanti ini akan menjadi solusi permanen dari penyelesaian permasalahan pasokan DMO untuk kelistrikan,"

NASIONAL

Kamis, 11 Agus 2022 11:45 WIB

krisis pasok batu bara

Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumsel. (Antara)

KBR, Jakarta-  Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) mendukung segera dibentuknya Badan Layanan Umum (BLU) batu bara. Menurut Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia, perusahaan-perusahaan anggotanya yang sudah berkontrak dengan PLN, tetap berkomitmen untuk melaksanakan kewajiban sesuai klausul. 

Hendra mengatakan, masih ada perusahaan yang tidak mematuhi kesepakatan meskipun aturannya sudah tegas.

"Pemerintah juga menyampaikan bahwa penerapan sanksinya dianggap belum efektif, itu statement dari pemerintah. Kita berharap memang sesegera mungkin agar skema Badan Layanan Umum atau BLU yang dipersiapkan oleh pemerintah ini bisa segera terlaksana, karena kita harapkan BLU nanti ini akan menjadi solusi permanen dari penyelesaian permasalahan pasokan DMO untuk kelistrikan," ujar Hendra saat dihubungi KBR, Rabu (10/8/2022).

Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia mengatakan, disparitas harga batu bara ekspor dan dalam negeri hingga tiga kali lipat bukan jadi permasalahan. Menurutnya, perusahaan-perusahaan anggotanya sudah berkomitmen melaksanakan kewajiban sesuai kontrak.

"Bagi yang tidak melaksanakan ya itu saya tidak tahu, mereka punya mungkin pendapat masing-masing. Tapi kami dari anggota terus mengimbau, bahwa kewajiban untuk pelaksanaan pasokan kelistrikan ini adalah suatu kewajiban yang harus dipenuhi," tuturnya.

APBI, lanjut Hendra, berharap skema BLU segera terealisasi untuk bisa menyelesaikan menyelesaikan permasalahan pasokan dalam negeri. Namun, dia menekankan bahwa penyusunan skema BLU perlu didiskusikan lebih lanjut dengan para pelaku usaha.

"Itu yang kita berharap pemerintah segera mungkin mengundang pelaku usaha, untuk membahas skema yang terbaik nantinya terkait BLU," tandasnya.

Baca juga:

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan  pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) DMO batu bara masuk tahap finalisasi. Arifin menyebut, Kementeriannya lebih condong adanya Peraturan Presiden (Perpes) dalam pembentukan payung hukum BLU tersebut.

"Dalam proses finalisasi dalam artian memang (sebelumnya) ada dispute terakhir apakah ini Perpres ataukah ini PP, posisi kami memang berharap pada Perpres. Untuk itu kami sudah melakukan komunikasi harmonisasi dengan Kementerian yang terkait dan dalam beberapa waktu ini, akan bisa segera kita harapkan bisa diselesaikan," ujar Arifin dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (9/8/2022).

Stok Turun

Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan saat ini terjadi tren penurunan stok batu bara untuk pasokan pembangkit listrik. Menurutnya, hal ini disebabkan disparitas harga batu bara yang tinggi, sehingga pengusaha cenderung memanfaatkan peluang untuk menggenjot ekspor.

"Saat ini kondisi file batu bara masih aman yaitu di atas garis batas aman berbeda dengan di tahun 2021, jauh di bawah batas aman. Tetapi kita melihat trennya semakin menurun, artinya apabila kondisi ini dibiarkan berlarut-larut maka kondisi yang tadinya aman bisa bergeser menjadi kondisi krisis kembali," ujar Darmawan saat Rapat Kerja di Komisi VII DPR, Selasa (9/8/2022).

Darmawan menambahkan, bahwa sejalan dengan naiknya harga batu bara, stok PLN sudah membaik awal tahun ini atau di kisaran 5,7 juta metrik ton (MT). Akan tetapi, kata dia, kini malah cenderung menurun atau berada di kisaran 5,1 juta metrik ton (MT). Padahal, menurutnya, batas aman stok batu bara berada pada angka 4,5 juta metrik ton (MT).

Mengacu pada harga internasional, saat ini harga batubara global sudah di atas 340 dolar AS per ton. Sedangkan harga batubara untuk keperluan domestic market obligation (DMO) ke sektor kelistrikan hanya dipatok di harga 70 dolar AS per metrik ton.

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Urgensi Reformasi Polri

Most Popular / Trending