Bagikan:

Kasus Ferdy Sambo, Kepercayaan Publik ke Polri Turun

Secara umum, kasus Sambo membuat persepsi publik terhadap lembaga penegak hukum menurun.

NASIONAL

Jumat, 26 Agus 2022 14:46 WIB

Kasus Ferdy Sambo, Kepercayaan Publik ke Polri Turun

Bekas Kadiv Propam Ferdy Sambo (tengah) berjalan keluar usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/8/2022). ANTARA/Aprillio Akbar

KBR, Jakarta - Hasil survei menyebut kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian menurun usai kasus tewasnya Brigadir Yosua mendapat sorotan. Kasus itu turut menjerat bekas Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, kepercayaan publik terhadap kepolisian turun dari di atas 60 persen, menjadi 54 persen. Secara umum kata dia, kasus Sambo membuat persepsi publik terhadap lembaga penegak hukum memburuk.

"Jadi dibanding Bulan Juli saat itu kita lakukan sebelum isu Sambo, yang mengatakan buruk saat itu 25,8 persen. Tetapi di Bulan Agustus meningkat menjadi 37,7 persen," ujar Burhanuddin,dalam rilisnya, Kamis, (25/08/2022)

"Jadi isu Sambo ini membuat persepsi publik terhadap penegakan hukum itu memburuk. Padahal kita tahu sebenarnya lembaga penegakan hukum yang lain juga bekerja, tetapi masyarakat terlalu fokus perhatiannya kepada isu ini," jelasnya.

Baca juga:

Menurut Burhanuddin, tahun lalu Polri menduduki peringkat paling tinggi kepercayaan publik dibanding Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Namun saat ini, Kejaksaan mampu menaikan kepercayaan masyarakat di angka 63 persen, disusul KPK 58 persen.

Burhanuddin menjelaskan, hasil survei lembaganya diambil pada awal bulan ini dengan melibatkan 1.229 responden. Tingkat akurasi 95 persen dan margin of error di antara 2,9 persen.

Diingatkan Presiden

Presiden Joko Widodo sebelumnya berulang kali mengingatkan agar kasus tewasnya Brigadir Yosua tidak menurunkan kepercayaan publik ke Polri. Jokowi minta agar kasus itu diusut tuntas secara transparan.

“Penting untuk agar masyarakat tidak ada keragu-raguan terhadap peristiwa yang ada. Ini yang harus dijaga. Kepercayaan publik terhadap Polri harus dijaga,” kata Jokowi di Nusa Tenggara Timur, Kamis (21/7/2022).

Brigadir Yosua tewas di rumah dinas Ferdy Sambo, 8 Juli lalu. Usai sederet kejanggalan muncul, Kapolri Listyo Sigit Prabowo membentuk Tim Khusus untuk mengusut kasus ini.

Baca juga: Tersangka Baru Kasus Brigadir J, Jokowi: Ungkap Apa Adanya

Sekitar sebulan usai insiden terjadi, polisi menetapkan lima orang sebagai tersangka. Yaitu bekas Kadiv Propam Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada E alias Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Brigadir RR alias Ricky Rizal, dan KM alias Kuat Maruf. Kelimanya dijerat pasal pembunuhan berencana dengan maksimal hukuman mati.

Editor: Wahyu S.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Laporan Temuan Ombudsman soal Penanganan Bencana

Most Popular / Trending