Bagikan:

Jokowi: Sulit Wujudkan Dialog Antara Ukraina-Rusia

'Tapi saya lihat di lapangan sulit untuk mempertemukan dalam sebuah ruang dialog antara Presiden Putin dan Presiden Zelenskyy.'

NASIONAL

Selasa, 23 Agus 2022 11:01 WIB

Jokowi: Sulit Wujudkan Dialog Antara Ukraina-Rusia

Presiden Jokowi saat memberi arahan ke pengurus KADIN se-Indonesia di Jakarta, Selasa (23/8/2022). (Dok Youtube Sekretariat Presiden)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan sulit untuk mewujudkan ruang dialog antara Ukraina dengan Rusia. 

Kesimpulan itu didapat Jokowi usai bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Jokowi bertemu kedua kepala negara di tengah konflik, akhir Juni lalu.

"Saat saya ke Ukraina, kemudian ke Rusia. Ketemu Presiden Zelenskyy selama 1,5 jam, saya berbicara dengan Presiden Putin 2,5 jam saya berbicara," kata Jokowi saat memberi arahan ke pengurus KADIN se-Indonesia di Jakarta, Selasa (23/8/2022).

"Saya melihat, saya sebetulnya ingin agar ada ruang dialog. Tapi saya lihat di lapangan sulit untuk mempertemukan dalam sebuah ruang dialog antara Presiden Putin dan Presiden Zelenskyy. Sehingga saya berbelok saat itu, saya belokan ke urusan krisis pangan saja. Sudah, saya mau berbicara ini," lanjutnya.

Baca juga:

Jokowi menyebut, sekitar 200 juta ton gandum di Rusia dan Ukraina tak bisa diekspor akibat perang.

Negara lain juga berusaha membatasi ekspor komoditas pangan untuk mengamankan stok dalam negeri. Imbasnya, negara-negara Afrika yang mengandalkan impor gandum, terancam mengalami krisis.

Kata Jokowi, krisis pangan ini lebih buruk dibanding krisis yang terjadi 2008 silam.

"Kalau kita lihat misalnya food price index saat ada krisis pangan juga di 2008, 131,2 indeksnya. Tahun 2012 juga ada krisis pangan, 132,4. Tapi sekarang ini indeksnya sudah berada 140,9. Mengerikan," kata Jokowi.

Editor: Agus Luqman 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Menyongsong Terbitnya Rupiah Digital

Episode 4: Relasi Kuasa: Akar Kekerasan & Pengaturannya Dalam UU TPKS

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Mendorong Vaksinasi Booster untuk Antisipasi Kenaikan Kasus Covid-19 di Akhir Tahun

Most Popular / Trending