Bagikan:

Jokowi Sedih Warganya Mesti Berobat ke Luar Negeri

Berapa capital outflow kita, uang yang ke luar untuk membiayai yang sakit dan ke luar negeri? Lebih dari Rp110 triliun setiap tahunnya.

NASIONAL

Selasa, 09 Agus 2022 15:48 WIB

Jokowi Sedih Warganya Mesti Berobat ke Luar Negeri

Presiden Joko Widodo. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo sedih mendengar warganya harus berobat ke luar negeri saat sakit. Negara-negara yang dituju seperti Malaysia, Singapura, Jepang, hingga Amerika. Keluhan itu disampaikan Jokowi saat meresmikan Tower A dan B Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soedarso di Pontianak, Kalimantan Barat.

"Dan khusus untuk Kalimantan Barat saya mendengar banyak sekali yang ke Kuching (Malaysia). Berapa capital outflow kita, uang yang ke luar untuk membiayai yang sakit dan ke luar negeri? Lebih dari Rp110 triliun setiap tahunnya," kata Jokowi di Pontianak, Selasa (9/8/2022).

"Oleh sebab itu, ketika Gubernur (Kalbar) menyampaikan kepada saya 'Pak, saya minta bantuan ke pemerintah pusat saya akan bangun gedungnya, kami minta bantuan dari Bapak nanti alkesnya'. Saya awab saat itu juga 'Bangun, alkesnya nanti saya siapin'," ujar Jokowi.

Kepala Negara menyebut, pembangunan RSUD dr Soedarso menghabiskan anggaran Rp205 miliar. Sedangkan untuk alat kesehatan menelan dana sekitar Rp200 miliar.

Baca juga: Ada RS Internasional Bali, Jokowi Harap Tak Ada Rakyat yang Berobat ke Luar Negeri

Kata Jokowi, ini merupakan bentuk gotong-royong pemerintah menyelesaikan masalah ketidaksiapan rumah sakit yang membuat pasien harus ke luar negeri.

"Ini yang namanya gotong royong untuk menyelesaikan tadi, uang yang harus keluar. Karena tidak siapnya rumah sakit kita," tambahnya.

RSUD dr Soedarso Pontianak memiliki sekitar 277 tempat tidur dengan ruang operasi dan ICU yang super modern. Jokowi meminta masyarakat tak perlu lagi ke luar negeri, sebab rumah sakit ini telah siap menangani pasien dengan berbagai kasus penyakit yang ada.

Belajar dari Pandemi

Jokowi menyebut, Indonesia banyak belajar dari pandemi COVID-19. Kata dia, pandemi mengajarkan tentang sistem kesehatan nasional dan upaya identifikasi persoalan yang harus diperbaiki.

Baca juga: RAPBN 2023, Anggaran Khusus Pandemi Dihapus

"Yang mana yang lambat, yang harus dipercepat, sarana apa yang harus dibeli. Semuanya menjadi kelihatan. Pada saat kita menderita, jadi kelihatan semuanya. Pada saat krisis kesehatan karena pandemi kelihatan semuanya, kelihatan. Mana yang enggak bener kelihatan, mana yang lamban kelihatan, mana yang kurang kelihatan. Inilah yang kita perbaiki," ucap Jokowi.

"Dan saya senang hari ini bisa melihat bangunan yang sangat megah. Dan saya sampaikan selamat pada seluruh masyarakat Provinsi Kalimantan Barat," lanjutnya.

Editor: Wahyu S.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Laporan Temuan Ombudsman soal Penanganan Bencana

Most Popular / Trending