Bagikan:

Jokowi Minta Pemda Petakan Masalah Inflasi

Tanyakan di daerah kita apa yang harganya naik, yang menyebabkan inflasi.

NASIONAL

Kamis, 18 Agus 2022 12:54 WIB

Author

Heru Haetami

Jokowi Minta Pemda Petakan Masalah Inflasi

Presiden Jokowi saat memberi sambutan pada Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2022 di Istana Negara, Kamis (18/8/2022). (Youtube Setpres)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta pemerintah daerah memetakan persoalan inflasi. Jokowi minta daerah bekerja sama dengan tim pengendalian inflasi baik pusat maupun daerah. Itu disampaikan Jokowi dalam Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2022 di Istana Negara.

"Tanyakan di daerah kita apa yang harganya naik, yang menyebabkan inflasi. Bisa saja beras, bisa saja tadi bawang merah, bisa saja cabai. Dan dicek tim pengendali inflasi pusat, cek daerah mana yang memiliki pasokan cabai yang melimpah atau pasokan beras yang melimpah, disambungkan ini, karena kita ini negara besar sekali," kata Jokowi, Kamis (18/8/2022).

Baca juga:

Jokowi mengaku pernah menerima laporan daerah dengan produksi pangan yang surplus. Namun tidak ada penyerapan yang baik.

Semestinya kata Jokowi, daerah dengan hasil pangan yang besar bisa diserap oleh daerah yang mengalami kekurangan.

Untuk itu, dia memerintahkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian agar anggaran tidak terduga di masing-masih daerah digunakan untuk menutupi permasalahan inflasi. Salah satunya terkait transportasi yang dinilai membutuhkan dana yang besar.

"Transportasi itu mestinya anggaran tak terduga bisa digunakan untuk menutup anggaran yang dibutuhkan. Saya sudah perintahkan Menteri Dalam Negeri untuk mengeluarkan, entah surat keputusan atau surat edaran, yang menyatakan bahwa anggaran tidak terduga bisa digunakan untuk menyelesaikan inflasi di daerah," katanya.

Baca juga: Meski Sebabkan Inflasi, Zulhas Klaim Harga Pangan Mulai Terkendali

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Juli 2022 mencapai 4,94 persen secara year on year. Inflasi Juli tercatat tertinggi sejak Oktober 2015.

Editor: Wahyu S.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Laporan Temuan Ombudsman soal Penanganan Bencana

Most Popular / Trending