Bagikan:

Ini Tiga Kebijakan Pengendalian Inflasi Versi Bank Indonesia

"Pertama adalah sinergi untuk mengatasi inflasi pangan itu menjadi penting karena Juli kemarin inflasi pangannya 11,47 persen sementara inflasi IHK-nya 4,94 persen."

NASIONAL

Kamis, 18 Agus 2022 15:34 WIB

Ini Tiga Kebijakan Pengendalian Inflasi Versi Bank Indonesia

ilustrasi

KBR, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan inflasi merupakan permasalahan global sebab situasi yang bergejolak karena ketegangan politik, gangguan mata rantai global, hingga kebijakan proteksionisme dari berbagai negara.

Untuk itu, kata dia, Presiden Jokowi memerintahkan pemerintah pusat maupun daerah bersinergi mengendalikan inflasi. Selain itu, perlu langkah nyata untuk bersinergi, baik melalui kebijakan mikro dan juga makro.

"Sinerginya adalah dalam bentuk 3 kebijakan. Pertama adalah sinergi untuk mengatasi inflasi pangan itu menjadi penting karena Juli kemarin inflasi pangannya 11,47 persen sementara inflasi IHK-nya 4,94 persen. Dan Pak Menko sudah bergerak cepat untuk mengatasi inflasi pangan beras, cabai, bawang, maupun minyak goreng sudah mulai terkendali," kata Perry saat konferensi pers daring di Jakarta, Kamis (18/8/22).

Perry menyebut, jika inflasi pangan bisa diturunkan dari 11,47 persen menjadi maksimal 5 atau 6 persen, maka daya beli masyarakat akan semakin baik dan inflasi terkendali.

Bank Indonesia, lanjutnya, bersama pemerintah daerah juga melakukan gerakan nasional pengendalian inflasi pangan.

"Dengan melakukan operasi ketersediaan pangan, memastikan arus barang dengan mengalihkan stok pangan dari daerah yang surplus ke daerah yang defisit, hingga koordinasi tentang anggaran," jelasnya.

Baca: 

Kemudian, kebijakan kedua untuk mengendalikan inflasi, kata Perry, adalah kebijakan fiskal dalam bentuk subsidi untuk energi listrik, agar dampak harga minyak harga yang tinggi tidak membebani rakyat.

"Ada operasi untuk ketersediaan makanan, kerja sama antar daerah yang surplus yang defisit supaya memang betul-betul arus barang bisa teratasi, Kemudian juga penggunaan anggaran di daerah anggaran darurat itu bisa dilakukan sehingga ini gerakan nasional itu betul-betul penguatan sinergi dari pemerintah pusat Bank Indonesia pemerintah daerah agar inflasi pangan terkendali. InsyaAllah dalam bulan-bulan ke depan inflasi pangan terkendali," tambah dia.

Kebijakan ketiga adalah Bank Indonesia mengarahkan kebijakan moneter untuk stabilitas, sementara kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran, UMKM, dan ekonomi keuangan syariah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, imbuh Perry Warjiyo.

Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Laporan Temuan Ombudsman soal Penanganan Bencana

Most Popular / Trending