Bagikan:

Hujan Es Diprediksi Panjang, Mensos Pastikan Suplai Kebutuhan Warga Lanny Jaya

"Lagi kita siapkan dari Wamena untuk umbi-umbian. Singkong, ketela, talas, ubi jalar,"

NASIONAL

Jumat, 12 Agus 2022 17:29 WIB

Author

Heru Haetami

Hujan Es Diprediksi Panjang, Mensos Pastikan Suplai Kebutuhan Warga Lanny Jaya

Kemensos mendistribusikan bantuan untuk masyarakat Distrik Kuyawage, Lanny Jaya, Papua, yang kelaparan akibat cuaca ekstrem, Senin, (1/8). Foto: kemensos.go.id

KBR, Jakarta - Pemerintah akan terus menyuplai kebutuhan untuk masyarakat Kabupaten Lanny Jaya, Papua yang terdampak krisis pangan akibat fenomena hujan es di kabupaten itu.

Menteri Sosial, Tri Rismaharini mengatakan, suplai kebutuhan itu disiapkan karena berdasarkan prediksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua, fenomena hujan es itu akan berlangsung selama 5 bulan.

"Endak apa-apa (berlangsung lama) kita akan terus suplai untuk kebutuhan itu," kata Risma di Kantor Kemensos, Kamis (11/8/2022) kemarin.

Kemensos, kata Risman, telah mengirimkan sejumlah kebutuhan untuk warga Distrik Kuyawage, berupa makanan siap saji, pakaian untuk anak dan dewasa hingga tenda-tenda pengungsian.

Kemensos juga menyiapkan bahan makanan alternatif berupa umbi-umbian, karena menurut informasi yang Risma terima dari Kapolres Lanny Jaya, masyarakat di Distrik Kuyawage belum terbiasa mengonsumsi beras.

"Lagi kita siapkan dari Wamena untuk umbi-umbian. Singkong, ketela, talas, ubi jalar," kata Tri Rismaharini.

Diketahui, warga di Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya, Papua telah tiga kali dilanda ancaman kelaparan akibat fenomena hujan es atau embun beku di sana.

Baca juga:

Hujan es yang cukup parah itu menyebabkan warga kelaparan karena tanaman mereka mengalami kekeringan.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Papua, Willem Manderi mengakui hujan es terjadi di wilayah itu setiap tahun. Hanya saja, tidak separah di musim kali ini.

"Hujan es ini, inikan tiap tahun ada ini. Nah oleh sebab itu kita harus mengkaji. Harus ada kajian-kajian yang komprehensif. Nah, oleh sebab itu kita harus mengkaji kejadian ini sehingga jangan tiap tahun kita terus berikan bantuan-bantuan. Tapi, langkah-langkah apa yang harus kita buat. Dari berbagai instansi, kita harus melihat kondisi ini dan harus mengambil langkah-langkah," kata William Manderi, Senin (8/8/2022) lalu.

Willem Manderi menambahkan, perlu ada strategi lanjutan, jika kejadian serupa terulang, dan warga Kuyawage dapat mengantisipasi ketersediaan dengan menyetok bahan makanan yang cukup.


Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Laporan Temuan Ombudsman soal Penanganan Bencana

Most Popular / Trending