Bagikan:

DPR Minta Mendag Tak Remehkan Kenaikan Harga Telur

...mohon maaf dalam Bahasa Jawanya meremehkan terhadap situasi yang ada sehingga berlarut-larut...

NASIONAL

Rabu, 24 Agus 2022 15:36 WIB

Author

Yuli Anisah

DPR Minta Mendag Tak Remehkan Kenaikan Harga Telur

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (24/8/2022). ANTARA/Aprillio Akbar

KBR, Jakarta - Anggota DPR komisi perdagangan Mufti Anam meminta Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan tidak meremehkan kenaikan harga telur. Itu disampaikan Mufti dalam rapat kerja di DPR, merespon pernyataan Mendag yang meminta masyarakat tak usah meributkan kenaikan harga telur.

"Ini bisa menjadi pelajaran berharga dari Menteri Perdagangan sebelumnya, yang bagaimana beliau mohon maaf dalam Bahasa Jawanya meremehkan terhadap situasi yang ada sehingga berlarut-larut minyak goreng terus naik secara signifikan," kata Mufti dalam rapat kerja di DPR, Rabu (24/8/2022).

"Maka harapan kami (kenaikan harga) telur segera dituntaskan. Karena kalau ini naik, pendagang martabak, tahu tektek, dan sebagainya, mereka tidak mampu menaikkan harganya karena harga minyak saja sudah mahal," sambungnya,

Mufti menambahkan, jika harganya turun drastis, yang ganti menjerit adalah para peternak telur.

Baca juga: Meski Sebabkan Inflasi, Zulhas Klaim Harga Pangan Mulai Terkendali

Di sisi lain, daya beli masyarakat juga turun karena kesulitan ekonomi akibat pandemi COVID-19. Sehingga harus diperhatikan.

Dia yakin Zulhas mampu mengatasi kenaikan harga komoditas pangan yang terjadi beberapa waktu belakangan ini.

Harga telur ayam di beberapa daerah merangkak naik. Dilansir dari laman Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga telur di Jakarta telah menembus harga Rp31.350 per kg. Di Papua, harga telur bahkan mencapai Rp39.650 per kg.

Mendag lalu mengomentari persoalan kenaikan harga telur di pasaran.

Baca juga: Ikappi Desak Pemerintah Atasi Meroketnya Harga Pangan

"Oh itu (kenaikan harga) enggak seberapa kok. Jangan diributkan ya," ujar dia di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (23/8/2022).

Editor: Wahyu S.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Menyongsong Terbitnya Rupiah Digital

Episode 4: Relasi Kuasa: Akar Kekerasan & Pengaturannya Dalam UU TPKS

Kabar Baru Jam 7

Bagaimana Stok dan Stabilitas Harga Pangan Jelang Nataru?

Kabar Baru Jam 8

Most Popular / Trending