Bagikan:

DPR: Kasus Brigadir J Jadi Momentum Polri Bersih-bersih

Kalau ada Kapolda atau Kapolres nakal main proyek, meras, jangan dimutasi Pak. Pidanakan saja,"

NASIONAL

Rabu, 24 Agus 2022 20:30 WIB

ilustrasi prarekonstuksi kematian brigadir J. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR, Johan Budi meminta Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk menindak tegas bawahannya yang nakal di daerah.

Ia juga meminta Kapolri perlu memidanakan bawahannya yang terbukti bermain di proyek atau memeras rakyat.

Menurutnya, rentetan kasus yang terjadi di tubuh Kepolisian menjadi momentum lembaga itu untuk bersih-bersih.

"Menurut saya ini momentum, yang perlu juga di RDP (rapat dengar pendapat, red) pertama dulu, saya sampaikan ke Pak Listyo Sigit kalau masih ingat. Kalau ada Kapolda atau Kapolres nakal main proyek, meras, jangan dimutasi Pak. Pidanakan saja," kata Johan Budi saat Rapat Kerja dengan Kapolri di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (24/8/2022).

Bekas Juru Bicara KPK ini mengatakan, Polri di era reformasi merupakan institusi yang sangat kuat atau powerfull. Salah satunya, lanjut Johan Budi, orang yang baru lahir sampai meninggal dunia, bisa berurusan dengan kepolisian.

"Kapolri memiliki kekuasaan yang sangat besar dalam mengemban institusi yang sangat powerfull. Karena itu, Kapolri harus untuk menindak setiap anggota yang terbukti melakukan kriminal atau tindakan ilegal," pungkas dia.

Baca juga: Komisi Hukum DPR: Ada Kesan Polri Terbiasa Tutupi Kasus

Sebelumnya, isu Konsorsium 303 merebak di tengah kasus pembunuhan Brigadir Yosua yang didalangi bekas Kadiv Propam Ferdy Sambo. Konsorsium 303 merujuk pada isu soal beking petinggi Polri di balik praktik perjudian di tanah air.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bereaksi dengan memerintahkan jajarannya memberantas perjudian baik online maupun darat. Teranyar, bekas ajudan Presiden Jokowi ini meminta pejabat di Mabes Polri untuk tidak main-main terlibat dengan praktik judi, karena dipastikan bakal copot jabatan.

Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Komunitas Biboki Lestarikan Tenun Ikat Tradisional

Living Law, Apa Dampaknya Jika Masuk dalam RKUHP?

Kabar Baru Jam 10

Most Popular / Trending