Bagikan:

BMKG Akan Percepat Penyampaian Peringatan Dini

"Jadi harus lebih cepat 30 detik."

NASIONAL

Kamis, 25 Agus 2022 15:27 WIB

BMKG Akan Percepat Penyampaian Peringatan Dini

Ilustrasi: Petugas BMKG saat memantau informasi cuaca. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menargetkan penyampaian informasi peringatan dini bencana bisa lebih cepat di tahun 2023. Itu disampaikan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat rapat kerja di DPR, Rabu (24/8/2022).

"Tahun 2023 harus mencapai target 3,5 menit dari sebelumnya 4 menit. Jadi harus lebih cepat 30 detik," ujarnya.

"Kemudian meningkatkan sistem dan respon peringatan dini yang didukung oleh upaya kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana, serta peningkatan kapasitas dan koordinasi kelembagaan dalam penanggulangan bencana. Targetnya adalah 96 persen untuk persentase kelengkapan sistem peringatan dini bencana hidrometeorologi dan tektonis dari 94 persen di tahun ini," lanjut Dwikorita.

Baca juga:

Dwikorita menambahkan, target ketiga adalah meningkatkan akurasi informasi meteorologi dan klimatologi. Dari 91 persen tahun ini menjadi 92 persen di tahun depan. Kemudian untuk akurasi informasi klimatologi dari 82 persen menjadi 83 persen.

Dalam rangka menyukseskan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2023, BMKG akan mendukung pembangunan lingkungan hidup, peningkatan ketahanan bencana, dan perubahan iklim.

Dwikorita mengatakan, arah kebijakan pembangunan mengambil tema "Peningkatan Produktivitas untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan". Tema itu sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) BMKG tahun 2020-2024 yaitu "Mewujudkan BMKG Berkelas Dunia dengan Spirit Sosio Entrepreneur".

Baca juga: BMKG Ingatkan Fenomena La Nina Rugikan Petani

Ia menjelaskan, Renstra BMKG tersebut memiliki lima isu strategis. Yaitu kebutuhan SDM berkualitas dan berdaya saing untuk menjawab disrupsi menuju BMKG berkelas dunia; organisasi yang efisien dan mampu beradaptasi secara cepat terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan lingkungan strategis.

Kemudian, perlunya pemenuhan layanan informasi MKG sesuai dengan kebutuhan masyarakat; penguatan dan pengembangan infrastruktur peralatan operasional BMKG. Dan kelima, kebutuhan data yang terintegrasi untuk mendukung layanan informasi.

Editor: Wahyu S.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Rendahnya Serapan APBN hingga Penghujung 2022

Most Popular / Trending