Bagikan:

Bahas Kawin Anak, KBR Luncurkan Serial Podcast “Disclose”

Tiga perempuan yang tak punya latar belakang hukum sama sekali berjuang untuk melindungi anak-anak perempuan dari perkawinan di usia anak, dari desa kecil sampai ke Mahkamah Konstitusi.

NASIONAL

Selasa, 23 Agus 2022 12:13 WIB

Author

KBR

Kawin Anak

Disclose: Dipaksa Kawin

KBR meluncurkan serial podcast atau siniar investigasi terbarunya yaitu Disclose pada   Selasa (23/8/2022). Podcast investigasi ini hadir dengan serial musim pertama berjudul “Dipaksa Kawin” yang mengangkat soal kawin anak. 

Podcast ini terdiri dari 6 episode, tayang setiap Selasa dan bisa didengarkan  di KBRPRIME.ID, Spotify, Google Podcast dan platform mendengarkan podcast lainnya.

Disclose adalah podcast terbaru dari KBR Prime yang menghadirkan serial podcast investigasi; tempat KBR merayakan liputan investigasi dan penceritaan auditif.

“Podcast ini kaya akan penuturan auditif, memadukan riset yang mendalam, liputan yang menyeluruh dan audio yang kaya, dengan cerita yang jarang dikupas dari sudut pandang korban,” kata Citra Dyah Prastuti, produser eksekutif Disclose, sekaligus Pemimpin Redaksi KBR.

Host yang membawakan siniar ini adalah Malika, yang juga menjadi host serial podcast Hidup Usai Teror --podcast yang meraih 2 penghargaan jurnalistik sebagai Karya Terbaik Jurnalistik Anak dari AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Indonesia dan UNICEF tahun 2020 dan 2022. 

“Saya terhitung sebaya dengan salah satu tokoh dalam cerita di Disclose. Di usia itu saya paling hanya pusing soal PR, main sama teman… bukan kawin. Saya nggak terbayang rasanya jadi mereka,” kata Malika.

Baca juga:

MA: Pengajuan Dispensasi Perkawinan Anak Meningkat Saban Tahun

Ketimpangan Relasi Kuasa dalam Kasus Paksaan Berhijab di Bantul

Podcast Disclose adalah produk yang dihasilkan KBR lewat program Investigative Journalism Assessment Program yang diselenggarakan oleh Global Investigative Journalism Network (GIJN). Program ini bertujuan memperkuat jurnalisme pengawas (watchdog journalism) dan kapasitas organisasi dari media yang berukuran kecil sampai menengah.

Proses penggarapan podcast ini banyak dibantu oleh Susanne Reber yang bertindak sebagai podcast coach. Susanne adalah pemenang Peabody Award sebanyak tiga kali, eksekutif produser untuk Scripps di Washington, serta kreator Verified serta co-founder Reveal.

Kawin Anak, Kisah yang Terus Berulang

Persoalan kawin anak adalah sesuatu yang masih saja sering muncul sampai hari ini, meski sebetulnya Indonesia sudah mengambil langkah progresif dan menaikkan batas usia minimal untuk menikah dengan merevisi Undang-undang Perkawinan pada  2019. Batas usia minimal untuk kawin dinaikkan, bagi laki-laki dan perempuan, menjadi 19 tahun. Sebelumnya, anak perempuan bisa dikawinkan di usia yang lebih muda yaitu 16 tahun. Amandemen undang-undang ini disambut gembira oleh aktivis dan kelompok masyarakat sipil.

Perubahan monumental ini dimungkinkan lewat perjuangan tiga perempuan yang tak punya latar belakang hukum sama sekali. Sebagai penyintas kawin anak, mereka punya keinginan pribadi untuk mengubah aturan hukum yang ada. Mereka berjuang untuk melindungi anak-anak perempuan dari perkawinan di usia anak, dari desa kecil mereka sampai ke Mahkamah Konstitusi pada 2017.

Meski sudah terjadi perubahan, hanya dua bulan setelah revisi Undang-undang Perkawinan disahkan pada 2019, jumlah kawin anak justru meningkat tajam. Menurut Mahkamah Agung, ada 64 ribu permintaan dispensasi perkawinan di  2020 .

Apa yang salah? Bagaimana ini berdampak pada perempuan?

Ini adalah pertanyaan-pertanyaan kunci dalam Disclose: Dipaksa Kawin, serial podcast investigasi yang diproduksi KBR Prime. Di musim pertamanya, podcast ini mengupas kasus dan dampaknya dari sudut pandang anak-anak yang dipaksa kawin, sebuah narasi yang belum pernah dieksplorasi sebelumnya secara mendalam. Serial ini menginvestigasi lemahnya pelaksanaan putusan Mahkamah Konstitusi di lapangan serta bagaimana perjuangan melindungi anak-anak perempuan masih jauh dari usai.

Podcast ini mengungkap kenyataan kelam dan pahit dari anak-anak yang haknya dirampas orang dewasa, atas nama kemiskinan sampai martabat keluarga.

 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Rendahnya Serapan APBN hingga Penghujung 2022

Most Popular / Trending