covid-19

Terapi Plasma Konvalesen, Permintaan Banyak Stok Minim

"Kebutuhan untuk plasma konvalesen sangat meningkat, sementara untuk pendonornya memang terbatas. Penyintas (Covid-19) banyak, tapi tidak semua mau menjadi pendonor."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 05 Agus 2021 15:58 WIB

Terapi Plasma Konvalesen, Permintaan Banyak Stok Minim

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin bertemu pendonor plasma konvalesen di PMI Kabupaten Banyumas, Selasa (3/8/2021). (Foto: ANTARA/Idhad Zakaria)

KBR, Jakarta - Permintaan donor plasma konvalesen untuk terapi kesembuhan pasien COVID-19 terus meningkat. 

Salah satunya di Provinsi Jawa Tengah. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin menyebut, membludaknya permintaan plasma darah konvalesen di Jawa Tengah seiring dengan lonjakan kasus COVID-19 di provinsi itu.

"Kita sampaikan kepada Bupati, Wakil Bupati, Walikota, Wakil Walikota untuk memberikan contoh. Supaya jadi lakon peran utama untuk menyelamatkan warganya. Kemarin data terakhir ada 15 ribu sekian (permintaan), dan baru terpenuhi 13 ribu," ujar Taj Yasin di Gedung PMI Sokaraja, Banyumas, Rabu (4/8/2021).

Taj Yasin mengakui, permintaan dan pemenuhan donor plasma konvalesen belum berimbang, terutama bagi pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit.

Yasin pun mendorong agar bupati dan wali kota menggerakkan warganya agar mau mendonorkan plasma konvalesen untuk mencukupi stok yang terbatas.

Terbatasnya persediaan plasma konvalesen juga terjadi di Jawa Timur. Dewan Kehormatan Palang Merah Indonesia, PMI Jatim, Betty Tambunan mengatakan kebutuhan plasma konvalesen sangat meningkat, sementara jumlah donor terbatas.

Selain itu, pendonor plasma konvalesen dari penyintas COVID-19, juga harus sesuai dengan persyaratan-persayaratan khusus, agar bisa mendonorkan plasma konvalesennya.

"Kebutuhan untuk plasma konvalesen sangat meningkat, sementara untuk pendonornya memang terbatas. Penyintas banyak, tapi tidak semua mau menjadi pendonor. Itu pertama. Yang kedua, harus ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi sebagai pendonor," ujar Betty di kantornya, seperti dikutip dari Kompas TV, Rabu (4/8/2021).

Betty menjelaskan, proses permintaan plasma diawali dari rumah sakit atau dokter yang merawat ditujukan ke bank darah rumah sakit. 

Pengalaman pendonor

Bank darah meminta ke unit transfusi darah (UTD), kemudian UTD memenuhi permintaan ke bank darah rumah sakit, lalu ditransfusi ke pasien.

Rumitnya persiapan dan proses mengambil plasma konvalesen dialami Faisal, pendonor plasma konvalesen yang juga penyintas COVID-19.

Faisal yang juga anggota DPRD Kota Bontang, Kalimantan Timur ini baru pertama kali mendonorkan plasma konvalesen. Menurutnya, plasma konvalesen bermanfaat bagi terapi mereka yang terpapar COVID-19.

Faisal pun berbagai pengalaman terkait proses mendonorkan plasma konvalesen. Ia mengatakan, sebelum diambil darah, pendonor harus melakukan cek titer antibodi, yang tujuannya untuk mengetahui berapa banyak antibodi yang ada di tubuh.

Begitu hasil keluar, ia akan mendapat informasi bisa tidaknya menjadi pendonor plasma konvalesen.

Mengetahui rumit dan lamanya proses tersebut, Faisal mengajak seluruh penyintas COVID-19 agar tidak takut, dan mau membantu pasien lain dan tidak takut untuk mendonorkan plasma konvalesen.

“Bagi teman-teman yang pernah terpapar COVID-19 ataupun penyintas COVID-19, mari bersama-sama mendonorkan plasmanya untuk membantu teman-teman kita yang lain. Semoga plasma ini bisa bermanfaat untuk yang membutuhkan, ayo teman-teman jangan pernah takut," ujar Faisal dilansir dari Youtube Media Kaltim, Kamis (5/8/2021).

Terapi plasma konvalesen yang tengah menjadi perbincangan juga mendapat tanggapan dari Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Idrus Paturusi.

Ia menjelaskan, syarat donor terapi plasma adalah penyintas COVID-19, calon pendonor diutamakan laki-laki. Jika perempuan maka tidak boleh yang sedang hamil. Kondisi kesehatan pendonor harus dipastikan sehat, tidak sedang positif COVID-19, dan penyintas harus memiliki antibodi yang baik.

"Ada syarat penyintas COVID-19 bagaimana memberikan donor plasma konvalesen. Jadi tidak semua orang yang sudah sembuh. Biasanya plasma konvalesen atau donor itu dianjurkan kalau orang telah sembuh. Tapi tidak semua orang bisa menjadi donor. Karena itu sebelumnya diperiksa dulu lewat tes serologi. Apakah kadar antibodinya tinggi atau tidak. Kalau rendah, tidak ada gunanya. Untuk itu harus diperiksa dulu baru bisa (donor)," ujar Idrus dalam Webinar Sinergi Atasi Covid-19 “Manfaat dan Perlunya Vaksin Covid-19” Selasa (3/8/2021).

Idrus mengatakan terapi plasma konvalesen adalah terapi plasma yang diambil dari pasien COVID-19 yang sudah sembuh atau penyintas. Sehingga dalam tubuhnya, sudah terbentuk antibody bisa dipakai untuk membantu orang lain yang terinfeksi virus korona.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Semai Toleransi ala Anak Muda Bandung