covid-19

Pemerintah Bakal Perbarui Sistem Pelacakan Covid-19

Pemerintah akan mengintegrasikan sejumlah aplikasi pelacakan yang telah ada di Indonesia

BERITA | NASIONAL

Senin, 02 Agus 2021 15:54 WIB

Author

Yovinka Ayu

Pemerintah Bakal Perbarui Sistem Pelacakan Covid-19

Ilustrasi digital tracing Covid-19 di salah satu hotel di Bali, Jumat (30/07/2021). Foto: ANTARA

KBR, Jakarta- Pemerintah akan memperbarui sistem pelacakan (tracing) Covid-19, yang sebelumnya dilakukan secara manual. Hal ini diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, belum lama ini. Kata dia, dalam waktu dekat, pemerintah akan mengintegrasikan sejumlah aplikasi pelacakan yang telah ada di Indonesia.

“Bahwa pelacakan menggunakan cara manual atau pelacakan melalui Babinsa dan Babinkamtibmas ada batasnya, karena keduanya punya banyak tugas lain juga. Oleh karena itu, pemerintah mendorong aplikasi yang namanya PeduliLindungi itu agar diintegrasikan dengan tadi yang disampaikan yakni aplikasi NAR dan Silacak,” ujar Airlangga dalam diskusi daring di kanal YouTube Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Jumat (30/7/2021).

Aplikasi NAR yang dimaksud Airlangga ialah New All Record (NAR), yakni sistem big data yang dimiliki Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sedangkan aplikasi Silacak merupakan aplikasi untuk mendeteksi kontak erat Covid-19.

Airlangga menjelaskan, saat ini pelacakan secara digital sudah mulai diujicobakan. Penerapannya di tahap pertama yakni warga yang akan mengunjungi tempat ramai harus mengunduh aplikasi PeduliLindungi.

Ia mengklaim, saat ini aplikasi PeduliLindungi baru diunduh 15 juta orang. Sementara jumlah warga yang telah mendapat suntikan vaksin mencapai lebih dari 48 juta orang.

"Sehingga dengan integrasi ini seharusnya tempat-tempat umum ataupun restoran pada saat orang mau masuk harus dicek dan barcode-nya. Dan itu bisa link untuk diketahui bahwa yang bersangkutan sudah divaksin atau belum,” papar Airlangga.

“Dan ke depan seluruh mobilitas itu tergantung mereka sudah divaksin atau belum divaksin, itu harus dibedakan,” imbuhnya.

Nantinya, perjalanan antarkota juga harus melakukan tes swab PCR atau swab antigen yang keduanya dapat didokumentasikan lewat aplikasi PeduliLindungi.

“Nah, ini tahap pertama yang akan disiapkan dalam 2-3 minggu ke depan. Kemudian tahap berikutnya kita akan menggunakan aplikasi PeduliLindungi dengan aplikasi bluetooth untuk melakukan pelacakan. Ini yang diharapkan bisa dilakukan, sehingga masing-masing bisa memonitor seperti yang dilakukan negara lain,” tutur Airlangga.

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Niatan Berantas Intoleransi di Lingkungan Pendidikan

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11