Bagikan:

Pandemi, Nadiem Siap Salurkan 745 Miliar Subdisi Uang Kuliah

"Bantuan mahasiswa ini kami berikan sesuai dengan besaran UKT, dengan batas maksimal Rp2,4 juta per mahasiswa."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 05 Agus 2021 08:15 WIB

Pandemi, Nadiem Siap Salurkan 745 Miliar Subdisi Uang Kuliah

Ilustrasi: Vaksinasi COVID-19 untuk mahasiswa di Universitas Jenderal Soedirman, Banyumas, Jateng, Kamis (5/8/2021). (Antara/Idhad Zakaria)

KBR, Jakarta-   Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali memberikan bantuan subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk semester ganjil tahun ajaran 2021/2022. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim mengatakan bantuan ini sengaja diberikan untuk membantu mahasiswa dan keluarganya yang kesulitan secara ekonomi karena pandemi Covid-19.

"Mulai September 2021 Kemendikbudristek akan menyalurkan Rp745 miliar untuk lanjutan bantuan UKT bagi mahasiswa yang terdampak Covid-19. Bantuan mahasiswa ini kami berikan sesuai dengan besaran UKT, dengan batas maksimal Rp2,4 juta per mahasiswa. Jika besaran UKT ini lebih besar dari itu di dalam sekolah atau prodi tertentu, maka selisih tersebut dengan batas maksimal Rp 2,4 juta, menjadi kebijakan Perguruan Tinggi sesuai dengan kondisi mahasiswa," jelas Nadiem dalam keterangan pers daring, Rabu (04/08/21).

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim mengatakan bantuan ini memiliki ketentuan yaitu hanya dapat diberikan pada mahasiswa yang belum menerima bantuan atau subsidi lain sebelumnya.

"Jadi bantuan UKT (Uang Kuliah Tunggal) ini kami berikan kepada mahasiswa yang sedang kuliah dan bukan penerima bantuan lainnya seperti KIP kuliah atau Beasiswa Bidikmisi," tuturnya.

Untuk memperoleh subsidi UKT tahun ini, mahasiswa dapat mendaftarkan diri dengan menjelaskan kondisinya pada ke pimpinan perguruan tinggi. Selanjutnya, perguruan tinggi akan mengajukan data penerima bantuan UKT ke Kemendikbudristek.

"Bantuan UKT akan disalurkan langsung dari Kemendikbudristek ke perguruan tinggi masing-masing," imbuhnya. 

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Kiprah dan Harapan Satu Abad NU

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending